radarsurabayabisnis.id - Menjelang keberangkatan pada 22 April 2026, kondisi kesehatan calon jemaah haji Embarkasi Surabaya menunjukkan tren positif. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah jemaah dengan risiko tinggi (risti) tercatat mengalami penurunan signifikan.
Dari total 43.200 jemaah yang akan diberangkatkan dalam 116 kelompok terbang (kloter), mayoritas kini berada dalam kondisi sehat dan dinyatakan layak berhaji (istitha’ah).
Kesehatan Jemaah Membaik, Risiko Tinggi Turun
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan, menyebut perbaikan ini sebagai perkembangan yang menggembirakan.
Baca Juga: Ini Dia Sosok Jemaah Haji Termuda dan Tertua di Embarkasi Surabaya, dari 14 hingga 105 Tahun
Salah satu indikatornya adalah menurunnya jumlah jemaah yang membutuhkan kursi roda. Hal ini menunjukkan bahwa proses seleksi kesehatan tahun ini dilakukan lebih ketat.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi kesehatan jemaah haji sekarang jauh lebih baik,” ujar Rosidi.
Ia juga menyebutkan bahwa tingkat risiko kesehatan kini bisa ditekan hingga di bawah 30 persen, berkat koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan dinas kesehatan.
Vaksin Jadi Syarat Wajib Jemaah Haji
Selain kondisi fisik, kelengkapan vaksinasi menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi jemaah haji sebelum berangkat ke Arab Saudi..
Baca Juga: Makkah Route Juanda Hampir Rampung, Layanan Haji 2026 Satu Atap, Tak Perlu Lagi Antre Lama
Plt Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menegaskan bahwa vaksin meningitis dan polio wajib dimiliki setiap jemaah.
Sementara itu, vaksin Covid-19 tidak perlu diulang selama jemaah sudah memiliki riwayat vaksinasi sebelumnya. Adapun vaksin flu hanya bersifat opsional.
“Vaksin itu wajib. Nanti akan terdeteksi di sistem Nusuk. Kalau tidak ada, ini bisa menjadi masalah bagi jemaah,” tegas Anam.
Sistem Digital Terintegrasi dengan Arab Saudi
Data vaksinasi dan kesehatan jemaah akan terekam secara digital dan terhubung langsung dengan sistem di Arab Saudi.
Integrasi ini dilakukan melalui sistem Nusuk dan Siskohatkes, sehingga seluruh riwayat kesehatan jemaah dapat dipantau secara real-time oleh otoritas di Tanah Suci.
Baca Juga: Sinyal Positif! Pemerintah Lanjutkan Program Magang Fresh Graduate 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Pengawasan Ketat Hingga Hari Keberangkatan
BBKK Surabaya juga terus melakukan pemantauan intensif hingga hari keberangkatan. Koordinasi dengan dinas kesehatan daerah dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil.
Untuk mendukung kelancaran proses ini, lebih dari 20 tenaga medis disiagakan setiap hari, lengkap dengan ambulans dan fasilitas kesehatan lainnya.
Selain itu, pengecualian tetap diberikan bagi kondisi tertentu seperti ibu hamil atau jemaah dengan risiko medis khusus, berdasarkan rekomendasi dokter spesialis agar tetap laik terbang.
Momentum Positif Jelang Haji 2026
Dengan kondisi kesehatan yang semakin baik, penyelenggaraan haji tahun 2026 dari Embarkasi Surabaya diharapkan berjalan lebih lancar.
Pemerintah pun mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima hingga hari keberangkatan.
Editor : Hany Akasah