radarsurabayabisnis.id - Pada penyelenggaraan haji 2026 Jawa Timur mendapatkan jemaah haji spesial dengan adanya jemaah haji tertua dan termuda. Jemaah tertua itu di Jawa Timur yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya berasal dari Kabupaten Kediri, usia 105 tahun perempuan bernama Marsiyah yang lahir pada 1 Juli 1921. Sementara itu untuk jemaah termuda dari Kabupaten Bondowoso Novelia Madina Nur Hafifi, perempuan 14 tahun itu merupakan pelajar yang lahir pada 18 Desember 2012.
Plt Kanwil Kemenhaj provinsi Jatim, Mohammad As'adul Anam, menjelaskan jemaah tertua itu dari Kabupaten Kediri, usia 105 tahun. Anam menyebut kondisi kesehatan haji tertua setelah dilakukan pengecekan kesehatan di daerah sangat baik. Pihaknya juga terus memantau perkembangan jemaah haji tertua dan tentunya memberikan kemudahan bagi jemaah lansia selama berasa di Embarkasi Surabaya.
Baca Juga: Pakai APBN, Kopdes Merah Putih Dapat Mengakses Pinjaman Rp3 Miliar! Airlangga: Bakal Diawasi Ketat
"Jemaah tertua itu dari Kabupaten Kediri, usia 105 tahun," tuturnya, Rabu (15/4). Jemaah haji dari Kabupaten Kediri akan tiba di embarkasi Surabaya pada pada 19 hingga 20 Mei 2026.
Sementara itu, jemaah termuda Novelia Madina Nur Hafifi, pelajar perempuan asal Bondowoso yang lahir pada 18 Desember 2012. Usianya saat ini menginjak 14 tahun lebih beberapa bulan.
Anam menjelaskan bahwa adanya anak usia muda ini dimungkinkan karena adanya regulasi terbaru yang membatasi usia minimal calon jemaah.
"Saat ini, usia termuda boleh berangkat itu insyaallah 13 tahun. Pertimbangannya, usia 13 tahun itu sudah melalui proses baligh sehingga punya kewajiban untuk menjalankan rukun Islam yang kelima dengan ketentuan mereka mampu," jelasnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa kemungkinan besar jemaah muda ini mendapatkan kuota melalui mekanisme pelimpahan atau sudah terdaftar sejak lama, bukan pendaftaran baru yang langsung diberangkatkan.
"Bisa jadi mereka berangkat saat ini karena dulu saat usia 0 tahun sudah didaftarkan, atau mereka mendapat pelimpahan dari orang tua atau saudaranya sehingga bisa berangkat lebih cepat di usia muda. Bukan daftar sekarang berangkat sekarang, itu tidak ada," tegasnya.
Kedua jemaah spesial ini akan bergabung bersama total 43.200 jemaah lainnya dari Jawa Timur, Bali, dan NTT yang akan diberangkatkan melalui 116 kloter. Kemenhaj Jatim tahun ini juga mencatatkan penurunan signifikan kasus risiko tinggi (risti) kesehatan dibanding tahun sebelumnya. (rmt)
Editor : Hany Akasah