RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transisi energi bersih, salah satunya melalui pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Upaya ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia menargetkan produksi mobil sedan listrik secara massal pada tahun 2028.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik milik VKTR di Magelang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Stok LPG Nasional Aman dan Lewati Masa Sulit
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menilai perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Hal ini terlihat dari hadirnya berbagai produk kendaraan berbasis listrik yang mulai dikembangkan di dalam negeri.
VKTR sendiri telah memperkenalkan sejumlah kendaraan komersial berbasis listrik, mulai dari bus, truk, hingga forklift yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Menurut Prabowo, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi.
Baca Juga: BPOM Sita Ribuan Tabung Baby Whip Siap Edar, Gas Tertawa yang Tren Dikalangan Gen Z
Ia juga menilai langkah yang dilakukan VKTR dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia secara lebih luas.
"Ini sangat-sangat penting, dan memang rencana kita. Saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tuturnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong penggunaan energi listrik sebagai sumber utama, khususnya di sektor transportasi.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini masih banyak diimpor.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya operasional, serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya di masa depan.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Dolar AS dan Penantian Negosiasi AS-Iran
Sebelumnya, Prabowo juga telah menyampaikan visinya agar kendaraan di Indonesia secara bertahap beralih ke tenaga listrik.
Menurutnya, transformasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut bahwa VKTR memiliki kapasitas produksi yang cukup besar.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, perusahaan tersebut mampu memproduksi hingga 10.000 unit bus listrik dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 40 persen.
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok Jumat 10 April 2026 di Surabaya, Gresik, Sidoarjo
Ke depan, pemerintah tidak hanya mengandalkan peran swasta, tetapi juga berencana membentuk perusahaan khusus untuk memproduksi kendaraan listrik bagi masyarakat. Sedan listrik disebut akan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan tersebut.
"Saya bahagia, ini arah kita. Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan, ya sedan dari listrik," ujarnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah optimistis Indonesia dapat mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat posisi di tengah persaingan global dalam sektor otomotif berbasis energi bersih. (iza/han)
Editor : Hany Akasah