Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Nasib Produksi Pangan RI di Tengah Ancaman El Nino Godzilla, Masihkah Aman?

Hany Akasah • Kamis, 9 April 2026 | 08:06 WIB
ILUSTRASI: Cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton, menunjukkan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
ILUSTRASI: Cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton, menunjukkan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

RADAR SURABAYA BISNIS – Perum Bulog mulai mematangkan langkah mitigasi guna mengantisipasi ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla yang diprediksi akan melanda Indonesia pada pertengahan hingga semester kedua tahun 2026. 

Fenomena ini diperkirakan membawa kekeringan yang lebih panjang dan ekstrem dibandingkan kondisi normal.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa El Niño Godzilla berpotensi mengganggu stabilitas produksi pangan nasional, terutama komoditas beras. 

Baca Juga: 70 Persen Energi Asia Timur Bergantung pada Indonesia, Prabowo: Kita Kunci Dunia!

Mengutip rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Rizal menyebut tantangan cuaca ini perlu diantisipasi dengan penguatan infrastruktur irigasi dan manajemen stok.

"Peluang terjadinya El Nino pada semester 2 tahun 2026 berpotensi membuat kemarau lebih kering dan panjang. Kami terus berkoordinasi untuk menjaga produksi tetap stabil melalui langkah mitigasi yang terintegrasi," ujar Rizal.

Langkah Strategis Perum Bulog

Sebagai garda terdepan stabilitas pangan, Bulog telah menyiapkan tiga langkah kunci:

Baca Juga: RI Alihkan Impor Minyak ke Amerika dan Afrika, Tak Gantungkan Lagi Jalur Timur Tengah

 1. Integrasi data dengan menggabungkan prakiraan cuaca BMKG dengan laporan produksi wilayah dan posisi stok regional.

 2. Sistem lapor cepat guna mempercepat deteksi dini terhadap indikasi perubahan cuaca yang signifikan di sentra produksi.

 3. Fleksibilitas distribusi untuk mengoptimalkan pergerakan stok beras nasional untuk mengeliminasi risiko kelangkaan di wilayah terdampak kekeringan.

Baca Juga: SIL Festival 2026, Cara Pemkot Surabaya Buka Lowongan Kerja dan Bawa UMKM Naik Kelas

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menggalakkan program pompanisasi sejak 2024 untuk menambah aliran air irigasi ke persawahan. 

Meski bayang-bayang El Nino Godzilla menghantui, Mentan memastikan stok beras nasional saat ini berada pada posisi yang sangat kuat.

Per 7 April 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat menembus angka 4,6 juta ton. Jumlah ini diklaim sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah dan diprediksi mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

Baca Juga: Nama Lesti Kejora Dicatut Giveaway Palsu, Rizky Billar Sampai Turun Tangan Temui Korban

"Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan. Insya Allah, pangan kita aman meski ada potensi gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah," pungkas Amran.

Editor : Hany Akasah
#pangan #beras #mentan amran #el nino #bulog