Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pengadaan Motor MBG Disorot, BGN: Untuk Operasional dan Masih Proses Administrasi

Hany Akasah • Selasa, 7 April 2026 | 11:41 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait pengadaan motor untuk program makan bergizi gratis
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait pengadaan motor untuk program makan bergizi gratis

RADAR SURABAYA BISNIS - Perhatian publik kini tertuju pada beredarnya video yang menampilkan deretan sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) di dalam sebuah gudang.

Tayangan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena dikaitkan dengan program makan bergizi gratis (MBG), sehingga memunculkan berbagai spekulasi terkait tujuan dan jumlah pengadaan kendaraan tersebut yang diperkirakan mencapai 70 ribu unit.

Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional akhirnya memberikan penjelasan resmi guna meluruskan informasi yang beredar.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan sepeda motor tersebut merupakan bagian dari rencana kerja yang telah disusun pemerintah sejak tahun sebelumnya.

Baca Juga: Defisit APBN Capai Rp 240 Triliun, Menkeu: Anggaran Memang Dirancang Defisit

Menurut Dadan, kendaraan tersebut memang telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025 dan bukan merupakan pengadaan mendadak seperti yang banyak diasumsikan oleh publik.

Motor tersebut dirancang untuk menunjang operasional program MBG, terutama dalam mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa peran kendaraan operasional tersebut cukup penting dalam memastikan kelancaran pelaksanaan program MBG.

Baca Juga: Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Dengan adanya dukungan transportasi, diharapkan proses distribusi layanan pemenuhan gizi dapat berjalan lebih efektif, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa sepeda motor tersebut hingga saat ini belum digunakan maupun disalurkan kepada pihak terkait. Hal ini karena kendaraan masih harus melalui sejumlah tahapan administrasi, termasuk proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat dioperasikan secara resmi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa realisasi pengadaan kendaraan dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.

Proses ini merupakan bagian dari mekanisme pengadaan pemerintah yang dilakukan secara terencana dan bertahap, bukan sekaligus dalam satu waktu.

Dadan juga membantah informasi yang beredar luas di media sosial terkait jumlah kendaraan yang disebut mencapai puluhan ribu unit. Ia memastikan bahwa angka tersebut tidak sesuai dengan data yang sebenarnya.

"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," ucap Dadan.

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa jumlah kendaraan yang direalisasikan masih berada dalam batas perencanaan awal, serta tidak sebesar yang ramai diperbincangkan publik.

Selain itu, ia menilai bahwa munculnya informasi yang tidak akurat tersebut menunjukkan pentingnya literasi informasi di tengah masyarakat.

Dadan mengimbau agar publik lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Kebijakan WFH Sepekan Sekali bagi ASN, Berikut Sejumlah Unit Layanan Publik yang Wajib Tetap Ngantor

Dengan dukungan sarana operasional yang memadai, pemerintah berharap pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak wilayah. Hal ini dinilai penting agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, BGN menegaskan bahwa pengadaan sepeda motor tersebut telah melalui perencanaan yang matang dan bertujuan untuk mendukung keberhasilan program, bukan seperti yang disalahartikan dalam berbagai informasi yang beredar di publik. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#Mbg #motor #kendaraan #BGN #pengadaan