Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

Hany Akasah • Selasa, 7 April 2026 | 09:56 WIB
ILUSTRASI: Pesawat yang mengudara di tengah upaya pemerintah menstabilkan harga tiket akibat kenaikan biaya bahan bakar avtur
ILUSTRASI: Pesawat yang mengudara di tengah upaya pemerintah menstabilkan harga tiket akibat kenaikan biaya bahan bakar avtur

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah memastikan harga tiket pesawat akan tetap terjangkau meski harga avtur melonjak imbas perang di Timur Tengah yang makin meluas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan avtur adalah bahan bakar yang tidak disubsidi sehingga harganya mengikuti pasar.

Apabila Indonesia tidak menyesuaikan, maka akan dimanfaatkan oleh maskapai lain sebab di berbagai negara sudah naik.

"Dan tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maka berbagai maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut," ujar Airlangga dalam konferensi pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4).

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat, Buyback Ikut Naik di Perdagangan Hari Ini

Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat seperti arahan Presiden RI Prabowo Subianto, maka pemerintah mengantisipasi kenaikan harga tiket pesawat dengan berbagai langkah kebijakan.

Sebab, harga avtur memang berkontribusi besar, yakni 40 persen dari biaya operasional pesawat.

“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya," kata Airlangga.

Baca Juga: Lindungi Industri Penerbangan, Pemerintah Turunkan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen

Pertama, pemerintah menggelontorkan insentif sebesar Rp 1,3 triliun per bulan untuk menyubsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui skema Ditanggung Pemerintah (DTP).

Stimulus ini direncanakan untuk dua bulan dengan total anggaran Rp 2,6 triliun.

"Nah, dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp 1,3 triliun per bulannya. Jadi, kalau kita persiapkan untuk dua bulan, maka ini Rp 2,6 triliun," katanya.

Kedua, pemerintah juga menetapkan fuel surcharge untuk seluruh jenis pesawat menjadi 38 persen.

Dengan demikian, maskapai bisa menaikkan Tarif Batas Atas-nya (TBA).

Dengan kedua langkah ini, pemerintah meminta maskapai untuk menaikkan harga tiket penerbangan domestik untuk kelas ekonomi maksimal 13 persen.

"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” terangnya.

Baca Juga: Strategi Hilirisasi Beras, Mentan Amran Targetkan Stop Impor 500 Ribu Ton Menir

Pemerintah juga memberikan insentif lain yakni pembebasan bea masuk pembelian suku cadang pesawat.

Sebab, komponen ini juga berkontribusi dalam perhitungan harga tiket pesawat.

"Pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Jadi, suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0 persen sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan," kata Airlangga.

Baca Juga: Ekonomi RI Tancap Gas, Pendapatan Negara Kuartal I 2026 Tembus Rp574,9 Triliun

Harga avtur di sejumlah negara sudah mulai naik sejak bulan lalu.

Dibandingkan dengan kenaikan negara tetangga, harga avtur dalam negeri justru lebih murah.

Misalnya, di Thailand harga avturnya menjadi Rp 29.518 per liter dan Filipina Rp 25.326 per liter.

Lebih mahal dibandingkan Indonesia sebesar Rp 23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026.

Kenaikan harga avtur didorong oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah yakni perang antara AS-Israel dengan Iran yang melebar menyebabkan terganggunya pasokan energi global setelah Selat Hormuz ditutup.

Tak hanya Indonesia, hampir semua negara kena dampaknya. Namun, kondisi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, masih aman berada di atas kecukupan stok nasional.

Editor : Hany Akasah
#tiket #avtur #pesawat #penerbangan #energi