Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mentan Optimistis Ketahanan Pangan Terjaga, Stok Beras Tembus 4,5 Juta Ton

Hany Akasah • Senin, 6 April 2026 | 10:02 WIB
ILUSTRASI: Cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton, menunjukkan ketahanan pangan nasional tetap terjaga
ILUSTRASI: Cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton, menunjukkan ketahanan pangan nasional tetap terjaga

RADAR SURABAYA BISNIS - Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap berada dalam situasi yang aman.

Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya cadangan beras yang saat ini dikelola oleh pemerintah.

Cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog tercatat telah mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Jumlah tersebut menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus mencerminkan kuatnya pasokan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Baca Juga: Hadapi Dinamika Geopolitik Global, Ini Delapan Langkah Transformasi Budaya Kerja yang Dilakukan Pemerintah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang stabil dan tidak perlu dikhawatirkan.

“(Stok beras pemerintah) sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri. Jadi, enggak usah diragukan,” ujar Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan signifikan stok beras tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam mendorong produksi pertanian.

Program-program yang dijalankan dinilai mampu meningkatkan hasil produksi dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tekanan Global dan Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, program prioritas utama Presiden itu terbukti bisa menaikkan produksi beras dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun,” ujarnya.

Dengan meningkatnya produksi, stok beras nasional pun mengalami lonjakan yang cukup drastis.

Bahkan, kondisi saat ini disebut telah melampaui kapasitas penyimpanan yang tersedia di gudang, sehingga pemerintah perlu menambah fasilitas penyimpanan melalui skema penyewaan gudang tambahan.

Peningkatan stok juga terlihat di sejumlah daerah, salah satunya di Sulawesi Selatan.

Wilayah ini mencatat lonjakan cadangan beras yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

“Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300 ribu ton, hari ini (stok beras) 761 ribu ton, dua kali lipat. Stok seluruh Indonesia 4,5 juta ton. Dalam 20 hari lagi, lima juta ton dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan enam juta ton,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok di Awal Pekan, Buyback Ikut Terpukul

Menurut Amran, data stok beras yang ada saat ini telah melalui proses verifikasi langsung di lapangan, sehingga mencerminkan kondisi riil yang terjadi.

Pemerintah pun optimistis tren peningkatan ini akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Dengan kondisi cadangan yang melimpah, pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tercukupi dalam jangka panjang.

Apalagi, jika memperhitungkan stok yang tersedia di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta potensi panen yang masih berlangsung di berbagai daerah.

Baca Juga: Prediksi Puncak Kemarau Agustus 2026, Petani Jatim Harus Siapkan Strategi untuk Hadapi Musim Kemarau

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” kata Amran.

Secara keseluruhan, kondisi ini memberikan sinyal positif terhadap ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan ketersediaan pangan yang cukup. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#pangan #beras #konflik #bulog #mentan