RADAR SURABAYA BISNIS – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji (Kemenhaj) mulai menjajaki kerja sama strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperkuat sektor transportasi dan logistik jemaah haji domestik.
Langkah ini diambil guna meningkatkan efisiensi mobilisasi jemaah dari daerah asal menuju embarkasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (31/3/2026), kedua belah pihak membahas potensi integrasi layanan kereta api sebagai solusi transportasi yang lebih tertib dan tepat waktu.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Distribusi MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Berpotensi Tembus Rp 20 Triliun
Skema ini diproyeksikan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas darat sekaligus memberikan kepastian jadwal keberangkatan maupun kepulangan jemaah.
Direktur Jenderal PE2HU Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi haji membutuhkan sinergi lintas sektor.
"Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor transportasi dan logistik, sangat penting agar layanan kepada jemaah semakin optimal, terintegrasi, dan berorientasi pada kenyamanan," ujar Jaenal dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Dibuka Menguat, Rupiah Tunjukkan Perbaikan di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia
Penguatan Logistik Melalui KAI Logistik
Selain transportasi penumpang, kolaborasi ini difokuskan pada penanganan bagasi jemaah melalui anak usaha KAI, yaitu PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik). Fokus utamanya adalah distribusi bagasi dari daerah asal ke embarkasi secara terpadu.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung standarisasi logistik haji.
Menurutnya, KAI Logistik memiliki kapabilitas untuk menyediakan layanan yang menyeluruh, sehingga jemaah mendapatkan kemudahan tanpa perlu mengkhawatirkan keamanan bagasi mereka.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat, Sentimen Global dan Timur Tengah Jadi Pendorong
"Kami siap mendukung kebutuhan distribusi logistik secara lebih tertata dan efisien, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi jemaah," ungkap Aniek.
Keunggulan moda transportasi kereta api dalam hal ketepatan waktu dan keselamatan menjadi poin utama dalam penjajakan ini. Jika kerja sama ini terealisasi, diharapkan alur pergerakan jemaah haji di masa mendatang akan menjadi lebih sistematis dan profesional.
Baca Juga: Pengalaman vs Tabungan: Strategi Manajemen Keuangan Modern bagi Anak Muda
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis