RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi mengakhiri pemberlakuan sistem satu arah (one way) lokal untuk arus balik Lebaran 2026 pada Senin (30/03/2026) kemarin.
Langkah ini menandai kembalinya operasional normal di ruas Tol Trans Jawa, yang diprediksi akan mempercepat pemulihan arus distribusi logistik nasional.
Kebijakan one way yang sebelumnya diterapkan dari Km 263 Tol Pejagan hingga Km 70 Tol Cikampek Utama resmi dinyatakan selesai pada pukul 24.00 WIB. Dengan dibukanya kembali jalur dua arah, hambatan bagi kendaraan niaga yang sempat terdampak pengalihan arus kini mulai terurai.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi, Buyback Ikut Melemah di Tengah Pergerakan Pasar
"Pemberlakuan one way lokal presisi untuk arus balik Lebaran 2026 kami nyatakan selesai atau kami nyatakan ditutup," ujar Menhub Dudy di Jasa Marga Toll Road Command Center, Bekasi.
Dampak Sektor Bisnis dan Logistik
Secara ekonomi, berakhirnya rekayasa lalu lintas ini menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha logistik. Selama masa puncak arus balik, pembatasan dan pengalihan jalur sering kali meningkatkan biaya operasional akibat waktu tempuh yang lebih lama dan konsumsi bahan bakar yang membengkak.
Dengan kembalinya skema lalu lintas dua arah, jadwal pengiriman barang dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur diperkirakan akan kembali stabil. Hal ini krusial untuk menjaga ketersediaan stok barang di gudang-gudang distribusi pasca-libur panjang.
Baca Juga: Warga Surabaya Wajib Tahu, Bayar Parkir Tepi Jalan Segera Pakai Voucher, Ini Alasannya
Pihak otoritas jalan tol, Jasa Marga, mencatat bahwa normalisasi ini dilakukan setelah volume kendaraan menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Meski demikian, Menhub tetap menghimbau para pengguna jalan, terutama pengemudi angkutan barang, untuk tetap waspada.
"Karena memang perjalanan masih ada, kami harapkan bisa berhati-hati di perjalanan dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya.
Baca Juga: Target 2029, Jawa Timur Gandeng Kementerian LHK Bangun PSEL di Dua Wilayah Strategis
Editor : Hany Akasah