radarsurabayabisnis.id - Kementerian Perhubungan (Kementerian Perhubungan) tengah mempertimbangkan usulan kenaikan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebesar 15 persen yang diajukan oleh Indonesian National Air Carriers Association (INACA).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa pemerintah tidak serta-merta menyetujui usulan tersebut dan masih mengkaji berbagai aspek penting.
“Pada prinsipnya pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Kabar Baik buat Pemudik! Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tekan Harga Tiket Pesawat
Menurut Lukman, beberapa faktor utama yang menjadi perhatian pemerintah meliputi kondisi keekonomian maskapai, daya beli masyarakat, keberlanjutan industri penerbangan, serta aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada penumpang. Ia menegaskan bahwa kebijakan tidak hanya berpihak pada maskapai, tetapi juga harus melindungi kepentingan masyarakat sebagai konsumen.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Kafein, Ini Rahasia Mengapa Kopi Indonesia Jadi Incaran Dunia
Kemenhub juga memahami bahwa industri penerbangan saat ini menghadapi tekanan akibat situasi global, termasuk kenaikan harga avtur, fluktuasi nilai tukar, serta meningkatnya biaya operasional maskapai. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai, operator bandara, hingga penyedia avtur untuk memantau perkembangan di lapangan.
Selain usulan kenaikan tarif, INACA juga mengajukan kebijakan stimulus. Namun demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi fiskal serta kepentingan masyarakat luas dalam mengambil keputusan.
Kemenhub memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan perlindungan konsumen, sehingga layanan angkutan udara tetap terjaga dari sisi keselamatan, keamanan, keterjangkauan, dan konektivitas nasional.
Isu kenaikan harga tiket pesawat ini menjadi perhatian publik, terutama menjelang periode libur panjang. Keputusan pemerintah nantinya akan sangat menentukan apakah masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan harga tiket atau tidak.
Editor : Hany Akasah