RADAR SURABAYA BISNIS – Puncak arus balik Lebaran 2026 resmi mulai terjadi hari ini, Selasa (25/3). Pemerintah mengingatkan pemudik untuk mewaspadai lonjakan volume kendaraan yang diprediksi signifikan, khususnya di jalur Tol Trans Jawa menuju wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan data terbaru PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), sebanyak 285 ribu kendaraan diperkirakan akan kembali ke arah Jakarta pada periode puncak arus balik. Lonjakan arus kendaraan bahkan sudah terlihat sejak H+2 Lebaran.
Di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta mengalami peningkatan tajam. Pada Selasa (24/3) shift pertama, tercatat 12.624 kendaraan melintas, melonjak hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya sekitar 8.442 kendaraan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, JTT telah mengoperasikan 22 gardu tol di GT Cikampek Utama khusus untuk melayani kendaraan menuju Jakarta. Selain itu, akses tambahan melalui GT Cikampek Utama 8 juga dibuka guna memperlancar distribusi arus lalu lintas.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Bangun Lagi 104 Sekolah Rakyat Asrama Gratis di Wilayah Miskin Ekstrem
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu titik.
“Upaya ini diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan secara merata dan meminimalkan antrean di gerbang tol,” ujarnya.
One Way Disiapkan, Pemudik Diminta Hindari Jam Puncak
Selain pengaturan di gerbang tol, Korlantas Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dari GT Kalikangkung menuju arah Jakarta. Skema ini akan diberlakukan secara situasional, tergantung kondisi kepadatan di lapangan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan di hari puncak.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, meminta pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan.
Baca Juga: Mau Nikmati Libur Lebaran ke IKN? Intip Kesiapan Fasilitas Penunjang Wisata dan Kulinernya
“Kami imbau masyarakat bisa mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan WFA, sehingga kepulangan bisa dilakukan pada 25, 26, atau 27 Maret 2026,” jelasnya.
Batasi Waktu di Rest Area, Maksimal 30 Menit
Selain pengaturan waktu perjalanan, pemudik juga diminta bijak saat menggunakan rest area. Waktu istirahat disarankan tidak lebih dari 30 menit agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik peristirahatan.
“Kami mengingatkan agar rest area digunakan secara efisien. Maksimalkan 30 menit atau manfaatkan tempat istirahat di luar tol,” tambah Aan.
Dengan potensi lonjakan kendaraan yang tinggi, pemerintah menegaskan bahwa kunci kelancaran arus balik ada pada kesiapan dan disiplin pemudik. Perencanaan perjalanan, pemilihan waktu, hingga pengaturan titik istirahat menjadi faktor penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Tips singkat untuk pemudik hari ini:
- Hindari berangkat di jam puncak (pagi & malam hari)
2. Manfaatkan WFA untuk fleksibilitas waktu
3. Gunakan rest area seperlunya
4. Pantau informasi rekayasa lalu lintas secara berkala
Arus balik Lebaran 2026 diperkirakan masih akan tinggi hingga beberapa hari ke depan. Pemudik diimbau terus memperbarui informasi sebelum berangkat agar terhindar dari kemacetan panjang. (han)
Editor : Hany Akasah