Kabar Baik buat Pemudik! Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tekan Harga Tiket Pesawat

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 19 Maret 2026 | 18:50 WIB
MUDIK: Moda transportasi pesawat sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk pulang kampung.
MUDIK: Moda transportasi pesawat sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk pulang kampung.

 RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan atensi serius terhadap keluhan masyarakat mengenai mahalnya harga tiket pesawat menjelang periode Mudik Lebaran 2026. 

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan pentingnya peran agen perjalanan daring (Online Travel Agent/OTA) dalam menjaga komunikasi yang transparan terkait fluktuasi harga kepada konsumen.

"Kita ingin sekali konsumen ini dijaga dengan komunikasi yang baik atas apa pun yang terjadi di lapangan. Jika ada keluhan soal harga, hal-hal semacam itu yang kami inginkan agar bisa diklarifikasi segera," ujar Ni Made dalam keterangan resminya, Selasa (17/03).

Baca Juga: Bukan 4 Jam, Ini Cara Masak Ketupat Skala Bisnis yang Hanya Butuh Gas Hitungan Menit

Strategi Pemerintah Tekan Harga Tiket

Guna mengantisipasi lonjakan harga, pemerintah melalui Kemenko Marves telah menyiapkan empat kebijakan strategis. Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Odo RM Manuhutu, merinci langkah-langkah tersebut meliputi:

- Diskon PJPU sebesar 20% hingga 50%.

- Diskon harga avtur hingga 10% di 37 bandara prioritas.

- Penyesuaian tarif PNBP.

- Relaksasi regulasi suku cadang pesawat untuk menekan biaya operasional maskapai.

Baca Juga: Frozen Food Naik Daun: Simak Teknik Bikin Chicken Katsu Kualitas Restoran untuk Stok Jualan

Langkah-langkah ini diproyeksikan mampu menurunkan tarif dasar tiket pesawat sebesar 17% hingga 18%. Pemerintah juga fokus mengurangi disparitas harga avtur antarwilayah, di mana saat ini harga termurah masih terpusat di Jakarta.

Menanggapi arahan pemerintah, platform OTA besar seperti Tiket.com dan Traveloka menyatakan komitmennya dalam mematuhi regulasi.

Sandra, perwakilan dari Tiket.com, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menghapus opsi rute domestik dengan transit internasional (rute "memutar") yang sering kali memicu harga tidak wajar. Selain itu, fitur saran otomatis untuk upgrade kursi kelas atas saat kelas ekonomi habis juga telah ditiadakan.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Urban Farming, Transformasi Kelompok Wanita Tani Jadi Model Bisnis Ketahanan Pangan

Senada dengan hal tersebut, Rinaldi dari Traveloka menegaskan telah menghentikan penjualan tiket domestik dengan rute transit luar negeri. 

"Kami mendorong pemerintah agar kebijakan ini diterapkan secara merata ke seluruh OTA sehingga menciptakan suasana pasar yang kondusif tanpa membingungkan masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Rupiah Berangsur Menguat Setelah Sempat Tertekan, Kini Mulai Stabil di Tengah Sentimen Pasar

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
avtur pesawat lebaran mudik kemenpar efisiensi