RADAR SURABAYA BISNISB– Pemerintah Indonesia tengah tancap gas dalam mempercepat implementasi energi bersih.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengonversi sebanyak 120 juta unit sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa langkah masif ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu maksimal tiga hingga empat tahun ke depan.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Peningkatan Omzet UMKM di Bazaar Al-Madinah Melalui Program Bright Gas
Fokus utamanya adalah menekan beban subsidi BBM yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera. Beliau menyampaikan maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).
Guna memastikan target ambisius ini tercapai, Presiden telah membentuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi yang dipimpin langsung oleh Bahlil Lahadalia. Satgas ini bertugas mengawal transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan secara efisien.
Baca Juga: Benarkah Upah Minimum Tinggi Malah Bikin Susah Cari Kerja? Ini Penjelasan Bank Dunia
Selain konversi kendaraan, pemerintah juga mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt.
Program ini diprioritaskan untuk sekolah-sekolah, desa-desa, hingga wilayah terpencil guna meningkatkan pemerataan akses energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel (PLTD).
"Orientasinya adalah transisi energi yang cepat, tapi juga bisa mengurangi subsidi. Dengan mengonversi dari PLTD ke PLTS, efisiensi terhadap subsidi listrik kita akan meningkat secara signifikan," pungkas Bahlil.
Baca Juga: Daftar Makanan Pemicu Kanker yang Sering Dikonsumsi, Peluang Baru bagi Produk Alternatif Sehat
Editor : Hany Akasah