radarsurabayabisnis.id - Banyak warga belum mengetahui bahwa Sejarah Terminal Joyoboyo dulunya Stasiun Trem yang menjadi salah satu pusat transportasi paling sibuk di Kota Surabaya pada masa kolonial. Lokasi yang kini dikenal sebagai Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) di Jalan Joyoboyo Nomor 1, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, pernah menjadi titik penting jaringan trem listrik kota.
Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, mengungkapkan bahwa sebelum berubah menjadi terminal bus, kawasan tersebut merupakan Stasiun Trem Wonokromo Kota yang aktif melayani mobilitas warga pada dekade 1930-an.
Kala itu, trem listrik yang melintas dari arah Karangpilang hingga Jembatan Merah menjadikan stasiun ini sebagai titik pemberhentian utama untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Letaknya yang berdekatan dengan kawasan Kebun Binatang Surabaya membuat area ini menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penghubung berbagai kegiatan ekonomi di kota.
Trem Listrik Surabaya Berakhir Tahun 1969
Namun kejayaan trem listrik di Surabaya tidak berlangsung selamanya. Pada 1969, operasional trem resmi dihentikan dan seluruh jalur trem dibongkar.
Penutupan tersebut menjadi awal perubahan besar di kawasan Joyoboyo. Setelah jaringan trem berhenti beroperasi, pemerintah kemudian memanfaatkan area bekas stasiun tersebut untuk membangun terminal bus.
“Terminal Joyoboyo dibuka sekitar akhir 1960-an hingga awal 1970-an setelah jalur trem ditutup,” ujar Nur Setiawan.
Pernah Jadi Terminal Bus Terbesar di Jawa Timur
Seiring waktu, Terminal Joyoboyo berkembang pesat dan menjadi salah satu terminal bus terbesar di Jawa Timur, bahkan disebut sebagai yang terbesar di Pulau Jawa pada masanya.
Terminal ini melayani berbagai trayek antar kota hingga antar provinsi (AKAP) yang menghubungkan Surabaya dengan banyak wilayah di Jawa. Puncak aktivitas terminal terjadi pada era 1970-an hingga akhir 1980-an ketika ribuan penumpang datang dan pergi setiap hari.
Namun meningkatnya jumlah penumpang membuat kapasitas terminal semakin terbatas. Pemerintah akhirnya membangun terminal baru yang lebih besar, yakni Terminal Purabaya di Bungurasih, Sidoarjo, sebagai pusat transportasi antar kota dan antar provinsi.
Sejak saat itu, seluruh layanan bus jarak jauh dipindahkan ke terminal tersebut.
Bertransformasi Menjadi Terminal Intermoda Joyoboyo
Meski tidak lagi menjadi terminal utama, kawasan Joyoboyo tetap mempertahankan perannya dalam sistem transportasi kota.
Kini lokasi tersebut dikenal sebagai Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi serta menjadi kantong parkir utama pengunjung Kebun Binatang Surabaya.
Untuk layanan bus antar kota, trayek yang masih aktif adalah Mojokerto – Joyoboyo.
Transformasi ini menunjukkan bagaimana kawasan Joyoboyo terus beradaptasi mengikuti perkembangan transportasi Surabaya. Dari stasiun trem listrik era kolonial, berubah menjadi terminal bus raksasa pada era 1970-1980-an, hingga kini menjadi simpul transportasi intermoda modern.
Jejak sejarah tersebut masih melekat di kawasan Joyoboyo—tempat roda transportasi Surabaya terus berputar, berganti zaman namun tetap memainkan peran penting bagi mobilitas warga kota.
Editor : Hany Akasah