Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Cara Ubah Ancaman Limbah Tekstil jadj Peluang Ekonomi Sirkular sebagai Transformasi Logistik Donasi

Hany Akasah • Senin, 2 Maret 2026 | 12:56 WIB

Distribusi bantuan donasi pakaian gratis saat bencana beresiko timbulkan tumpukan limbah tekstil di lokasi bencana.
Distribusi bantuan donasi pakaian gratis saat bencana beresiko timbulkan tumpukan limbah tekstil di lokasi bencana.

RADAR SURABAYA BISNIS – Industri ritel kini menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan program kepedulian sosial dengan kelestarian lingkungan. 

Penumpukan bantuan pakaian di lokasi bencana yang berakhir menjadi sampah fashion menunjukkan adanya celah dalam manajemen logistik kemanusiaan yang perlu segera dibenahi melalui pendekatan bisnis hijau.

Permasalahan utama di lapangan sering kali bermula dari kurangnya pemetaan kebutuhan yang akurat. Hal ini ditegaskan oleh Anisa Zulhaida, Partnership Squad Disaster Risk Management dari lembaga kemanusiaan Human Initiative. 

Beliau menjelaskan bahwa meskipun pakaian adalah kebutuhan pokok, penyalurannya tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Pakaian memang dibutuhkan. Namun, penyalurannya harus diawali dulu dengan survey. Ini masuk dalam prinsip memartabatkan, memberikan atas dasar kebutuhan riil lapangan," ujar Anisa Zulhaida.

Dari sisi pelaku industri, pergeseran paradigma dari sekadar membuang (disposal) menjadi penggunaan kembali (reuse) menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem ekonomi sirkular. 

Salah satu Sustainability Lead dari industri ritel global, Michelle Secoa, menekankan bahwa keterlibatan konsumen dalam mengelola pakaian lama dapat memperpanjang siklus hidup produk tersebut.

"Partisipasi masyarakat dalam program pemilahan pakaian akan memberikan makna baru melalui donasi dan daur ulang. Dengan begitu, proses decluttering tidak berhenti pada membuang, tetapi berlanjut pada berbagi dan memperpanjang siklus hidup pakaian," jelas Michelle Secoa.

Langkah strategis ini membuktikan bahwa sinergi antara efisiensi logistik kemanusiaan dan tanggung jawab lingkungan dapat menciptakan nilai tambah bagi citra perusahaan. 

Dengan mengutamakan assessment yang ketat dan proses pemilahan yang profesional, pelaku bisnis dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran tetapi juga tidak memperburuk polusi lingkungan di area bencana.

Editor : Hany Akasah
#ritel #donasi #pakaian #csr #ramah lingkungan