RADAR SURABAYA BISNIS- Libur panjang dan perayaan Idulfitri selalu identik dengan tradisi mudik.
Setiap tahunnya, jutaan masyarakat Indonesia pulang menuju kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Momentum ini menjadi periode mobilitas terbesar secara nasional dan berdampak langsung pada sektor transportasi serta infrastruktur.
Memasuki Idulfitri 2026, pemerintah memprediksi arus mudik akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Breaking News: Nilai Mata Uang Tukar Rupiah Melemah ke Rp 16.805 per Dolar AS
Mengutip laporan yang dirilis GoodStats pada 23 Februari 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan sekitar 143,7 juta atau hampir 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan kepada Antara pada 20 Februari 2026.
“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujarnya.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, GoodStats juga merilis hasil survei mengenai moda transportasi pilihan masyarakat untuk mudik Idulfitri 2026 melalui laman resminya.
Hasil survei menunjukkan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan dominan. Sebanyak 37 persen responden memilih mobil pribadi dan 24 persen memilih sepeda motor. Dengan demikian, total 61 persen responden berencana menggunakan kendaraan pribadi untuk perjalanan mudik tahun ini.
Sementara itu, 11 persen responden memilih bus, 10 persen kereta api, dan 8 persen pesawat. Moda lain seperti mobil sewaan dipilih 6 persen responden, minibus atau mobil travel 2 persen, kapal 2 persen, serta Whoosh 1 persen.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp 3,068 Juta per Gram, Naik Rp 40 Ribu Hari Ini
Temuan ini menunjukkan preferensi masyarakat terhadap fleksibilitas dan kenyamanan perjalanan. Namun, dengan proyeksi ratusan juta pemudik, peningkatan penggunaan mobil dan sepeda motor berpotensi menambah kepadatan lalu lintas, khususnya pada puncak arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026.
Dengan tingginya minat penggunaan kendaraan pribadi, kesiapan infrastruktur jalan, pengelolaan arus lalu lintas, serta peningkatan aspek keselamatan berkendara menjadi hal yang krusial.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan transportasi diperlukan agar arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. (iza/han)
Editor : Hany Akasah