Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bertemu Gubernur Khofifah, Menhub Dudy Beberkan Pola Pergerakan Masyarakat Jawa Timur saat Lebaran 2026 Nanti, Seperti Apa?

Mus Purmadani • Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:28 WIB

RILIS: Menhub Dudy Purwagandy menjelaskan mengenai persiapan Angkutan Lebaran 2026 didampingi Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026).
RILIS: Menhub Dudy Purwagandy menjelaskan mengenai persiapan Angkutan Lebaran 2026 didampingi Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Jawa Timur menjadi salah satu kunci utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.

Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026).

Dudy menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan simpul strategis nasional, baik sebagai daerah asal maupun tujuan pemudik, sekaligus penghubung utama koridor Jawa–Bali dan kawasan timur Pulau Jawa.

“Sinergi dan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Pemprov Jatim, TNI-Polri, serta seluruh stakeholder menjadi kunci untuk memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar selama arus mudik dan balik Lebaran 2026,” ujarnya.

Dudy memaparkan, hasil survei nasional memperkirakan pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,91 juta orang.

Angka ini memang turun 1,75 persen dibanding survei 2025.

Namun demikian, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan realisasi bisa melampaui proyeksi.

Pada 2025, survei memperkirakan 146 juta orang melakukan perjalanan, tetapi realisasinya mencapai 154 juta orang.

“Data historis menunjukkan realisasi pergerakan masyarakat berpeluang lebih tinggi dibanding angka survei. Karena itu, persiapan harus tetap maksimal,” tegasnya.

Dalam paparan tersebut, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi asal favorit nasional nomor tiga dengan potensi pergerakan sekitar 17,12 juta orang.

Sementara sebagai provinsi tujuan, Jatim berada di posisi kedua nasional dengan angka sekitar 27,29 juta orang.

Kota Surabaya bahkan masuk dalam daftar kabupaten/kota tujuan favorit nasional dengan estimasi pergerakan mencapai 732 ribu orang.

Selain itu, Jawa Timur juga termasuk lima besar provinsi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan potensi pergerakan sekitar 3,37 juta orang.

“Baik sebagai daerah bangkitan maupun tujuan, pergerakan masyarakat nasional terkonsentrasi di Jawa Timur. Karena itu koordinasi pusat dan daerah sangat krusial,” kata Dudy.

Berdasarkan survei moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama dengan estimasi 76,24 juta orang.

Disusul sepeda motor 24,06 juta orang dan bus 23,34 juta orang.

Untuk jalur perjalanan, pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol dengan angka sekitar 50,63 juta orang.

Sementara pengguna sepeda motor cenderung menggunakan jalur alternatif di luar jalur utama, sekitar 8,65 juta orang.

Kondisi ini, menurut Dudy, membutuhkan pengaturan lalu lintas dan manajemen rekayasa jalan yang matang, khususnya di titik-titik rawan kepadatan.

Jawa Timur juga menjadi salah satu wilayah dengan simpul transportasi terpadat, baik udara, darat, maupun laut.

Bandara Juanda tercatat sebagai bandara tujuan terpadat kedua secara nasional saat periode Lebaran. Terminal Purabaya (Bungurasih) masuk empat besar terminal asal terpadat nasional.

Pelabuhan Tanjung Perak menjadi salah satu pelabuhan asal terpadat sekaligus konsentrasi utama tujuan nasional.

Sementara Pelabuhan Ketapang Banyuwangi tercatat sebagai pelabuhan penyeberangan tujuan terpadat kelima nasional, khususnya untuk arus menuju Bali.

Dudy menekankan, seluruh simpul transportasi tersebut harus dipastikan dalam kondisi prima, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun pengamanan.

“Dengan kesiapan yang komprehensif dan koordinasi yang kuat, kita optimistis angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (mus)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#masyarakat Jawa timur #pergerakan #Menhub Dudy Purwagandhi #mobilitas #Angkutan Lebaran 2026 #Gubernur Khofifah Indar Parawansa