Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Madiun Garap Bisnis Wisata Religi: 200 Becak Listrik Rp4,4 Miliar Siap Mengaspal Jelang Lebaran

Hany Akasah • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:25 WIB
Madiun siapkan 200 becak listrik sebagai moda transportasi untuk wisata religi baru.
Madiun siapkan 200 becak listrik sebagai moda transportasi untuk wisata religi baru.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun resmi memperkuat ekosistem pariwisata daerah dengan mengintegrasikan 200 unit becak listrik sebagai moda transportasi ikonik baru. 

Program yang merupakan kolaborasi strategis dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini ditargetkan mampu memacu perputaran ekonomi di sektor wisata religi dan jasa transportasi lokal.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengungkapkan bahwa pengoperasian becak listrik ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan nilai jual destinasi wisata di Kota Pendekar. 

Dengan nilai investasi mencapai Rp22 juta per unit, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp4,4 miliar.

"Kami sudah menyiapkan infrastruktur pendukungnya, mulai dari titik pangkalan hingga stasiun pengisian listrik. Tujuannya agar operasional becak listrik untuk wisata ini bisa optimal dan berkelanjutan," ujar Bagus usai seremoni penyerahan di Pahlawan Business Center (PBC), Minggu (8/2).

Dari sisi bisnis otomotif dan pemeliharaan, proyek ini menggandeng dua mitra besar, yakni PT Pindad untuk proses produksi dan PT Viar untuk penyediaan layanan perawatan serta servis berkala. Kerja sama ini menjamin keberlangsungan armada dalam jangka panjang.

Secara teknis, becak listrik ini akan difokuskan untuk melayani rute wisata religi, seperti Masjid Kuno Taman dan Masjid Kuno Kuncen. 

Langkah ini diambil guna mempermudah akses wisatawan yang menggunakan bus pariwisata untuk menjangkau titik-titik kelurahan yang memiliki potensi wisata sejarah.

Pemkot Madiun menjadwalkan uji coba perdana armada ini pada H-7 sebelum bulan Ramadan. Momentum ini dianggap sangat potensial mengingat lonjakan wisatawan biasanya terjadi menjelang libur Lebaran.

"Hadirnya becak listrik ini diharapkan mampu membantu para penarik becak lansia untuk tetap kompetitif di tengah maraknya transportasi daring, sekaligus memberikan pengalaman unik bagi para pelancong yang datang ke Madiun," tutupnya.

Editor : Hany Akasah
#wisata religi #madiun #wisata #becak listrik #ekonomi lokal #dongkrak ekonomi