radarsurabayabisnis.id - Sebuah insiden kapal kontainer miring terjadi di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Senin (2/2) dini hari. Kapal Pacific 88 dilaporkan mengalami kemiringan hebat saat proses bongkar muat kontainer, sekitar pukul 04.00 WIB.
Akibat kejadian kapal kontainer miring sejumlah peti kemas jatuh ke laut. Hingga berita ini diturunkan, satu orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Dept Head Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Karlinda Sari, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah pencarian korban dan evakuasi di lokasi kejadian.
“Berdasarkan laporan awal, terdapat satu TKBM yang belum ditemukan. Saat ini fokus utama kami adalah proses pencarian dan evakuasi,” ujar Karlinda.
Tim Gabungan Diterjunkan, Aktivitas Dermaga Dihentikan
Untuk mempercepat proses pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, Pelindo, serta instansi terkait telah diterjunkan ke lokasi.
Seluruh aktivitas bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan dihentikan sementara demi kelancaran operasi penyisiran.
Berdasarkan informasi awal, kapal Pacific 88 tiba-tiba miring ke arah darat saat pemindahan kontainer berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa peti kemas terlepas dan tercebur ke perairan sekitar dermaga.
Penyebab Kapal Miring Masih Diselidiki
Terkait penyebab pasti insiden ini, Karlinda menegaskan bahwa masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Penyebabnya masih diinvestigasi oleh pihak terkait. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” tegasnya.
Evakuasi Kontainer Masih Berlangsung
Hingga Senin pagi, proses evakuasi peti kemas yang jatuh ke laut masih dilakukan. Pelindo memastikan operasional pelabuhan akan dibuka kembali secara bertahap setelah kondisi dinyatakan aman.
“Keselamatan menjadi prioritas utama kami. Pelindo berkomitmen menyampaikan perkembangan secara transparan kepada publik,” pungkas Karlinda.
Editor : Hany Akasah