Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sekolah Spesialis Penyakit Dalam di Unair, Dokter Asal Kediri Ini Punya Pengalaman Menyentuh: Pernah Selamatkan Nyawa Bayi yang Lahir saat Dia On-Bid

Nofilawati Anisa • Senin, 26 Januari 2026 | 22:00 WIB

 

MELAYANI: Dokter Rosa, mitra pengemudi GrabCar yang sigap membantu persalinan penumpang dalam perjalanan di Surabaya beberapa waktu lalu.
MELAYANI: Dokter Rosa, mitra pengemudi GrabCar yang sigap membantu persalinan penumpang dalam perjalanan di Surabaya beberapa waktu lalu.

RADAR SURABAYA BISNIS – Dokter Rosa tiba-tiba viral sepekan lalu. Dokter asal Pare Kediri yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini viral, karena aksi heroiknya membantu persalinan seorang perempuan muda.

Persalinan itu menjadi istimewa karena dilakukan di dalam taksi online.

Ya betul, Rosa tak sekadar seorang dokter umum. Ia juga punya profesi sambilan yang tak biasa dilakukan oleh seorang dokter. “Saya driver Grab Car,” kata Rosa, lalu tersenyum renyah.

Rosa sudah setahun lebih gabung dengan Grab Car. Meskipun seorang dokter yang sedang mengambil spesialis penyakit dalam, tapi Rosa tak canggung menjalani profesi sebagai driver online. “Yang penting halal dan saya nyaman menjalaninya,” ungkapnya.

Rosa bercerita, ia menjalani profesinya sebagai driver taksi online pada malam hari. Biasanya selepas Mahgrib Rosa mulai on-bid. Pagi hingga sore diisi dengan urusan utama: pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan rumah tangga.

On-bid adalah istilah para mitra pengemudi untuk mulai menarik penumpang, setelah seharian menyelesaikan peran-peran lain dalam hidupnya. “Saya memang kalong, spesilias malam,” kelakarnya.

Perempuan, dokter, dan sedang sekolah spesialis menjadi beberapa kata kunci yang membuat orang menggelengkan kepala ketika mengetahui kisah Rosa.

Bagi Rosa, menjadi driver tak sekadar profesi sambilan. Ternyata lebih dari itu.
“Saya memang hobi mengendarai mobil. Daripada keliling menghabiskan bensin, lebih baik jadi driver taksi online. Dapat uang sekaligus hobi tersalurkan, pikiran jadi tenang dan senang pula,” urainya.

Setahun lebih menjadi driver Grab Car, Rosa mengaku mendapat banyak pengalaman hidup. “Yang paling istimewa, ya memang ketika penumpang saya melahirkan di dalam Grab itu,” kata Rosa.

Rosa bercerita, sekitar sepekan lalu, tepatnya Senin (19/1) malam, Rosa memulai aktivitasnya sebagai driver Grab Car seperti haria biasa.

Tak ada yang istimewa malam itu, sampai sebuah perjalanan dari Tambaksari menuju Asemrowo mengubah semuanya.

Sekitar pukul 20.30 WIB, Rosa menjemput seorang perempuan hamil bersama ibunya, serta anaknya yang masih berusia satu tahun.

Dari perawakannya, Rosa mengira kehamilan perempuan tersebut masih trimester kedua.

Tubuhnya kecil, tak tampak seperti hamil tua. Perjalanan dimulai seperti perjalanan lain, obrolan ringan khas penumpang dan pengemudi di tengah lalu lintas Surabaya yang lembap oleh hujan. Mereka bahkan memanggil Rosa dengan Nonik.

Di tengah perjalanan, penumpang ibu hamil yang awalnya berbincang, mulai diam.

Setelah mobil sudah sampai di depan gang alamat tujuan, penumpang itu bilang, “Nonik, rasanya aku mau melahirkan.” Sontak Rosa kaget. “Lho seng nggenah ta? (Lho yang bener?),” jawabnya spontan.

Rosa yang awalnya tidak memberitahu kalau dia seorang dokter, akhirnya memberi tahu penumpang tersebut dan memeriksa kondisinya, agar ia merasa tenang.

Rupanya penumpang ibu hamil itu sudah mengalami kontraksi dan tak lama kemudian air ketubannya pecah.

Di titik itulah Rosa sadar: ini bukan lagi sekadar perjalanan GrabCar. Ini adalah persalinan darurat.

Ketika memeriksa kondisi sang ibu hamil, rupanya sudah tahap crowning, kepala bayi sudah terlihat, menandakan bayi akan segera lahir.

Rosa meminta bantuan orang yang ada di sekitar gang tersebut untuk minta tolong dipanggilkan bidan. Namun bidan terdekat jaraknya 1 km, tidak akan cukup waktunya.

“Dengan penuh doa, saya bantu persalinan spontan itu. Prosesnya cepat, nggak sampai 10 menit bayinya keluar,” ungkapnya.

Di bantu oleh warga sekitar, Rosa menangani ibu dan juga bayinya setelah lahir.

Tangis bayi itu terdengar nyaring. Setelah membungkus bayi tersebut dengan kain dari warga, Rosa segera membawa mereka ke Klinik Bidan Alfiyah.

Di sana, ibu dan bayi laki-laki itu ditangani lebih lanjut. Keduanya selamat dan sehat.

Rosa adalah seorang dokter ASN (Aparatur Sipil Negara) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus, Kalimantan Tengah, yang sedang menjalani PPDS di FK Unair.

Masuk sejak awal 2021, seharusnya Rosa menyelesaikan pendidikan pada pertengahan 2025. Namun dinamika kehidupan membuat sebagian rencana harus bergeser. “Tinggal menyelesaikan penelitian,” ucapnya.

Kondisi ini membuat Rosa tidak lagi memiliki kewajiban rutin hadir setiap pagi di rumah sakit, kecuali ketika ia diminta menggantikan junior yang sedang ujian atau saat terjadi kekosongan tenaga pengawas.

Di luar momen-momen itu, waktunya menjadi lebih fleksibel. Di ruang jeda inilah Rosa kemudian memilih menjadi Mitra Pengemudi GrabCar.

Tujuannya untuk memanfaatkan waktu luang agar tetap produktif, menambah penghasilan, sekaligus menjaga keseimbangan hidup di tengah perjuangannya menyelesaikan pendidikan kedokteran di luar kota.

Menanggapi peristiwa ini, Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menyampaikan apresiasinya.

“Peristiwa di Surabaya, dimana seorang Mitra Pengemudi GrabCar, Dokter Rosa, yang dengan sigap membantu penumpang yang mengalami persalinan darurat, merupakan gambaran nyata nilai kemanusiaan, kepedulian, dan profesionalisme yang hidup dalam ekosistem Grab,” ungkapnya.

“Fakta bahwa Mitra kami tersebut juga merupakan seorang tenaga medis menunjukkan bagaimana fleksibilitas yang ditawarkan Grab memungkinkan individu dengan latar belakang dan keahlian beragam untuk memberi dampak positif bagi keluarganya dan masyarakat, bahkan di situasi yang tidak terduga,” tuturnya.

Lebih lanjut Neneng menambahkan, “Fleksibilitas bukan hanya soal mengatur waktu, tetapi tentang membuka ruang agar Mitra dapat menjalankan peran hidupnya secara utuh, baik sebagai profesional, sebagai anggota keluarga, maupun bagian dari komunitas.”

“Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan penuh empati yang dilakukan Dokter Rosa. Grab akan terus berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman, suportif, serta mendorong Mitra untuk selalu mengutamakan keselamatan dan nilai kemanusiaan dalam setiap perjalanan,” imbuhnya. (opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Mitra Driver #dokter rosa #taksi online #fk unair #grab car #kediri #penyakit dalam #spesialis