Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kemenhub Laporkan Realisasi PSO Laut di 2025, Berikut Rinciannya

Nofilawati Anisa • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:42 WIB
SANDAR: PSO laut terbanyak tersalur untuk angkutan laut penumpang kelas ekonomi, yang mencapai Rp 2,82 triliun.
SANDAR: PSO laut terbanyak tersalur untuk angkutan laut penumpang kelas ekonomi, yang mencapai Rp 2,82 triliun.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan realisasi penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO) laut senilai Rp 5,04 triliun sepanjang 2025, mulai dari layanan penumpang hingga hewan ternak.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menjelaskan, secara umum PSO laut terbanyak tersalur untuk angkutan laut penumpang kelas ekonomi, yang mencapai Rp 2,82 triliun.

“Untuk produksinya, untuk penumpang yang dilayani itu 4.472.921 orang. Untuk kontainer 9.586 TEUs, kemudian general kargo ada 27.289 ton barang. Dan untuk kendaraan itu 5.757 unit,” kata Mayshud, Kamis (15/1/2026).

Produksi tersebut dilaksanakan melalui 25 trayek dengan menggunakan 25 unit kapal yang melayani total sebanyak 74 pelabuhan singgah.

Masyhud menekankan, pelaksanaan PSO menjadi bukti bahwa negara hadir dalam melayani konektivitas hingga ke wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP).

“Misalnya, penyelenggaraan Kapal Perintis Milik Negara atau yang biasa disebut Kapal Perintis Penumpang untuk daerah 3TP terlaksana sebanyak 107 trayek dengan menggunakan 107 unit kapal milik negara yang melayani sebanyak 480 pelabuhan singgah pada 28 provinsi,” lanjutnya.

Sebaran trayek terbanyak berada di wilayah Timur Indonesia, yakni 54 trayek atau 51 persen dari total rute yang dilayani.

Kemudian wilayah Indonesia bagian Tengah sebanyak 41 trayek, dan bagian Barat yang melayani 12 trayek.

PSO Kapal Perintis secara total tersalur sebanyak Rp 1,47 triliun sepanjang 2025, yang melayani 1,26 juta penumpang dan 188.571 ton barang general kargo.

Sementara dalam angkutan khusus ternak, Kemenhub menyalurkan PSO senilai Rp 79 miliar untuk memobilisasi 49.845 ekor hewan dari produsen ke konsumen.

Adapun kapal rede terlaksana sebanyak 18 trayek dengan 18 unit kapal negara dan melayani 75 pelabuhan singgah di Indonesia.

Melihat realisasi anggaran senilai Rp 43,7 miliar, trip yang terlaksana sebanyak 589 trip dan membawa 48.003 penumpang.

“Pada penyelenggaraan tol laut, Kemenhub memberikan PSO senilai Rp 623,37 miliar yang melayani 39 trayek dengan 39 unit kapal dan melayani 104 pelabuhan singgah. Realisasi voyage mencapai 756 voyage dan capaian muatan sebanyak 32.732 TEUs dan 2.003 ton,” paparnya.

Pada 2026, lanjut Masyhud, Kemenhub menyiapkan total 197 trayek angkutan laut perintis hingga trayek kapal penumpang kelas ekonomi sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik.

Secara terperinci, dari total 197 trayek tersebut, pemerintah merancang 107 trayek pelayaran perintis penumpang, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek kapal rede di perairan pelabuhan.

“Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 25 trayek PSO angkutan laut penumpang kelas ekonomi,” pungkasnya. (nis/opi)

Realisasi Penyelenggaraan PSO Laut 2025

*Total tersalurkan Rp 5,04 triliun
*Rincian:
1. Penumpang kelas ekonomi Rp 2,82 triliun
2. Penumpang dilayani 4.472.921 orang
3. Kontainer dilayani 9.586 TEUs
4. General kargo dilayani 27.289 ton barang
5. Kendaraan dilayani 5.757 unit

*Produksi:
1. Melalui 25 trayek
2. Menggunakan 25 kapal
3. Melayani 74 pelabuhan singgah

*Kapal Perintis Penumpang:
1. Untuk daerah 3TP
2. Terlaksana 107 trayek
3. Menggunakan 107 kapal negara
4. Melayani 480 pelabuhan singgah

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pelayanan publik #kargo #public service obligation (pso) #tol laut #kementerian perhubungan #Penumpang Ekonomi #realisasi