RADAR GRESIK — Musim baratan yang disertai hujan lebat dan angin kencang kian menekan mata pencaharian nelayan di pesisir Gresik. Cuaca ekstrem membuat aktivitas melaut terhenti, sehingga penghasilan nelayan anjlok bahkan nyaris nol dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Gresik. Anggota Komisi II, Muhammad Kurdi, menyebut aspirasi permintaan bantuan sosial (bansos) dari nelayan terus menguat seiring ketidakmungkinan mereka melaut dalam waktu lama.
“Nelayan sudah mulai menyuarakan kebutuhan bansos karena musim baratan. Dalam kondisi ini mereka benar-benar tidak bisa melaut,” ujar pria yang akrab disapa Gus Kurdi, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, musim hujan dengan angin barat dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Dampaknya langsung terasa pada ketahanan ekonomi nelayan dan keluarga. “Ketika cuaca ekstrem seperti ini, nelayan kehilangan penghasilan. Karena itu, kehadiran pemerintah menjadi sangat penting,” tegasnya.
Menurut Gus Kurdi, bansos merupakan solusi jangka pendek yang realistis untuk membantu nelayan bertahan. Namun, ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan program jangka panjang yang berkelanjutan agar nelayan tetap memiliki sumber penghasilan saat musim baratan.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kembali Melonjak Drastis, Cek Rinciannya
“Selain bansos, perlu solusi jangka panjang, seperti pengembangan budidaya perikanan darat atau program pemberdayaan ekonomi yang relevan dengan kehidupan nelayan,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Sekretaris Nelayan Banyuurip, Khoirul Anas, dari Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Ia menyebut bantuan yang pernah diberikan sebelumnya belum sebanding dengan jumlah nelayan terdampak.
“Dulu ada bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, tapi hanya 5 sampai 10 paket sembako. Padahal jumlah nelayan di Banyuurip sekitar 400 hingga 500 orang,” ungkapnya.
Anas menambahkan, tahun ini nelayan belum menerima bantuan apa pun. Bahkan, untuk melaut mereka harus berutang demi membeli bahan bakar, sementara hasil tangkapan sangat minim akibat cuaca yang tak menentu.
“Kami berharap Pemkab Gresik lebih memperhatikan kondisi nelayan saat musim baratan. Untuk melaut saja harus berutang, sementara hasil tangkapan sangat sedikit,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah