RADAR SURABAYA BISNIS - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memperkuat konektivitas daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Penguatan dilakukan melalui angkutan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) senilai Rp 2,78 triliun pada 2026.
“Penugasan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ini menjadi fondasi penting bagi Pelni untuk terus menghadirkan layanan angkutan laut kelas ekonomi yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya di daerah 3TP," kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy, Minggu (4/1/2026).
Pada tahun 2026, Pelni mendapat penugasan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan 25 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 8 trayek tol laut dan 1 trayek khusus kapal ternak.
Sebelumnya, Pelni telah melakukan Penandatanganan Terpadu Kerja Sama Pelayaran Perintis serta Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi Tahun Anggaran (TA) 2026 bersama Kementerian Perhubungan.
Melalui penandatanganan terpadu itu, Pelni menegaskan komitmennya dalam mendukung konektivitas nasional, pemerataan pembangunan, serta penyediaan layanan transportasi laut yang terjangkau, aman dan andal bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
"Pada tahun 2026 Pelni menerima PSO dari pemerintah sebesar Rp 2,78 triliun untuk kapal penumpang, penugasan subsidi tol laut sebesar Rp 135 miliar, penugasan subsidi kapal rede sebesar Rp 48,5 miliar dan penugasan subsidi kapal ternak sebesar Rp 13 miliar," ujar Nuraini.
Menurut Nuraini, penandatanganan terpadu itu menjadi langkah strategis bagi kelanjutan pelayanan transportasi laut yang inklusif dan merata di Indonesia. Pelni berkomitmen penuh untuk mengoperasikan trayek-trayek itu dengan standar keselamatan dan pelayanan yang baik.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Kokok Susanto menambahkan penandatanganan subsidi pengoperasian kapal khusus ternak dan barang merupakan langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Penandatanganan terpadu ini tidak hanya mencakup angkutan penumpang, tetapi juga angkutan barang yang membantu menjaga ketersediaan, serta stabilitas harga barang di wilayah 3TP," kata Kokok.
"Sementara kapal ternak mendukung distribusi hewan ternak secara aman dan efisien antarpulau sehingga harga daging tetap stabil,” imbuhnya. (ara/opi)
Pelni Perkuat Konektivitas
*Penguatan Konektivitas untuk:
1. Daerah tertinggal
2. Daerah terdepan
3. Daerah terluar
4. Daerah perbatasan
*Sarana yang dioperasikan:
1. Kapal penumpang 25 unit
2. Kapal perintis 30 unit
3. Kapal rede 18 unit
4. Tol laut 18 trayek
5. Kapal ternak 1 trayek khusus
*Lewat PSO senilai Rp 2,78 triliun
*Rincian:
1. Penugasan subsidi tol laut Rp 135 miliar
2. Penugasan subsidi kapal rede Rp 48,5 miliar
3. Penugasan subsidi kapal ternak Rp 13 miliar
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa