RADAR SURABAYA BISNIS - Menjelang tutup tahun 2025, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) terus memperkuat kinerjanya.
Yang terbaru, emiten asal Surabaya ini berhasil memenangkan Tender penyediaan Marine Fleet Charter dari PT Layar Nusantara Gas (PT LNG) untuk mendukung Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) Project.
Wawan Heri Purnomo-Corporate Secretary menjelaskan, berdasarkan tender dengan PT LNG, ELPI akan menyediakan enam unit kapal yang akan dibangun oleh ELPI dan direncanakan untuk disewakan kepada PT LNG berdasarkan skema time charter.
Keenam kapal tersebut terdiri atas satu unit Crew Boat, satu unit Pilot Boat, 1 satu unit Offshore Supply Vessel (OSV), dan tiga unit Multi-Purpose Tug untuk kepentingan Proyek Genting FLNG.
Armada tersebut akan digunakan untuk berbagai aktivitas operasional, antara lain transportasi awak kapal, pemindahan pilot, patroli keamanan, kegiatan tug assistance untuk mendukung operasi Ship-to-Ship, serta pengiriman dan logistik dari basis suplai di Sorong.
“Seluruh kegiatan ini bertujuan untuk menunjang operasional Proyek Genting FLNG di Teluk Bintuni, Papua Barat,” kata Wawan, Senin (22/12).
Eka Taniputra-Direktur Utama ELPI menambahkan, kontrak ini sejalan dengan arah bisnis Perseroan dibidang Offshore.
Memenangkan tender jangka panjang dengan total nilai Rp 2,39 triliun dan masa charter hingga 18 tahun merupakan sejarah bagi ELPI sejak 33 tahun berdiri.
“Hal ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas ELPI dalam menyediakan layanan maritim yang andal dan berstandar tinggi untuk proyek energi berskala besar. PT LNG merupakan bagian Genting Group yang merupakan Perusahaan internasional, ” ujar Eka.
Saat ini proses pengadaan dan pembangunan enam kapal tersebut telah dimulai dan ditargetkan beroperasi di Q3-Q4 tahun 2028 sesuai dengan jadwal proyek dan pemenuhan persyaratan kontrak sebelum menyewakan pada PT LNG di Bintuni Papua Barat dimulai.
Seluruh kapal dirancang dan dioperasikan agar mampu beroperasi optimal dalam kondisi perairan Teluk Bintuni, dengan mempertimbangkan karakteristik laut setempat seperti gelombang, pasang surut, angin, dan potensi cuca ekstrim (squall).
“Penyediaan armada oleh ELPI mencakup layanan terintegrasi, termasuk penyediaan awak kapal yang kompeten, pemenuhan seluruh perizinan yang diperlukan, termasuk shifting permit dari otoritas, serta dukungan operasional lainnya seperti, perawatan kapal, suku cadang, dan peralatan pendukung sesuai kebutuhan operasional,” jelas Dave Ritandhaka-Chief Operating Officer ELPI.
Dave memastikan armada dan kru ELPI siap beroperasi di Teluk Bintuni dengan standar keselamatan dan operasional yang ketat untuk memastikan kegiatan FLNG berjalan lancar sesuai dengan safe, reliable, and efficient (SRE).
Dia melihat Proyek Genting FLNG ini sebagai portofolio ELPI ke depannya untuk ekspansi ke Asia Pasifik karena LNG merupakan member Genting Group yang merupakan perusahaan internasional.
Sejak dua tahun lalu ELPI telah melakukan ekspansi di Malaysia & Brunei sebagai kepercayaan jangka panjang.
“Keberhasilan ini memperkuat posisi ELPI sebagai salah satu penyedia jasa maritim nasional yang memiliki rekam jejak kuat dalam mendukung proyek-proyek energi berskala besar, sekaligus sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan di sektor energi dan offshore baik didalam negeri atau diluar negeri,” pungkas Wawan. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa