Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Nyono Blak-blakan soal Persiapan Dishub Jawa Timur Menghadapi Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Mus Purmadani • Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:30 WIB
Kepoala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Nyono
Kepoala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Nyono

RADAR SURABAYA BISNIS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sudah di depan mata.

Sebanyak 119,5 juta warga Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan dalam rangka libur Nataru tersebut.

Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu tujuan perjalanan untuk mengisi liburan itu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Nyono mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat secara nasional pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi, khususnya dari sisi arus masuk.

Berdasarkan proyeksi Dishub, jumlah masyarakat yang keluar dari Jawa Timur mencapai sekitar 14 juta orang.

Sementara itu, arus masuk ke Jawa Timur diperkirakan lebih besar, yakni sekitar 16 juta orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menjadi tujuan utama masyarakat selama libur akhir tahun.

“Kalau dilihat dari pergerakan masyarakat, yang keluar dari Jawa Timur itu sekitar 14 sekian juta orang, sedangkan yang masuk ke Jawa Timur sekitar 16 sekian juta. Artinya, arus masuk ke Jatim lebih besar,” kata Nyono, Jumat (19/12).

Selain pergerakan secara umum, Dishub Jatim juga mencatat adanya peningkatan signifikan penggunaan angkutan umum selama masa Nataru yang berlangsung selama 18 hari.

Jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik diperkirakan meningkat hingga 17 persen.

“Ini khusus yang menggunakan angkutan umum. Kalau pergerakan masyarakat kan ada yang pakai kendaraan pribadi, tapi yang angkutan umum saja itu naik 17 persen,” ujarnya.

Dari sisi moda transportasi, bus masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Dishub Jatim memproyeksikan jumlah penumpang bus mencapai sekitar 3,3 hingga 3,6 juta orang.

Sementara itu, angkutan kereta api diperkirakan melayani lebih dari 3,2 juta penumpang.

Moda transportasi lainnya seperti angkutan penyeberangan, angkutan laut, dan angkutan udara juga diperkirakan mengalami peningkatan seiring tingginya aktivitas libur akhir tahun.

Untuk mendukung kelancaran angkutan Nataru, Dishub Jatim telah menyiapkan ribuan armada lintas moda.

Sekitar 6.300 unit bus disiagakan untuk melayani pergerakan darat.

Di sektor perkeretaapian, hampir 100 trainset dipersiapkan.

Sementara itu, angkutan penyeberangan mengoperasikan sekitar 241 trip, angkutan laut melibatkan 55 kapal, serta angkutan udara mengoperasikan sekitar 200 pesawat di tujuh bandara di Jawa Timur.

“Secara keseluruhan, kita siap menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru. Puncak arus Natal diperkirakan terjadi pada 24 Desember, sedangkan arus balik sekitar 4 Januari,” jelas Nyono.

Kesiapan personel juga menjadi perhatian utama. Dishub Jatim menurunkan hampir 6.000 personel gabungan yang terdiri dari Dishub Provinsi Jawa Timur dan Dishub kabupaten/kota di 38 daerah.

Personel tersebut disebar di berbagai posko pengamanan dan pelayanan transportasi.

“Posko ada di tingkat provinsi, kabupaten/kota, UPT-UPT Dishub, terminal, bandara, hingga terminal penumpang angkutan penyeberangan,” terangnya.

Selain itu, Dishub Jatim memetakan sejumlah titik rawan transportasi, terutama di kawasan wisata yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan peningkatan risiko keselamatan.

Terdapat 10 destinasi wisata mancanegara dan 10 destinasi wisata nusantara yang menjadi fokus pengawasan.

Sejak November hingga awal Januari, Dishub Jatim juga telah melakukan ramp check secara intensif, khususnya terhadap bus pariwisata.

Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, lampu, sein, wiper, serta seluruh aspek keselamatan kendaraan, terutama menghadapi musim hujan.

“Ramp check itu kita lakukan langsung di titik-titik wisata untuk memastikan kendaraan benar-benar laik jalan,” pungkas Nyono.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Dishub Jatim berharap layanan transportasi selama masa Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan selama bepergian. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #pergerakan #kepala dinas perhubungan #libur #nataru #Nyono #masyarakat #moda transportasi