Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

VinFast Tambah Investasi Rp 17 Triliun untuk Naikkan Kapasitas Produksi Kendaraan Listrik di Pabrik Subang

Nofilawati Anisa • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:30 WIB
ILUSTRASI: VinFast setuju menambah investasi USD 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia.
ILUSTRASI: VinFast setuju menambah investasi USD 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional dengan membuka ruang kolaborasi investasi global yang menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Upaya tersebut sejalan dengan transformasi ekonomi hijau dan peningkatan daya saing industri manufaktur.

Salah satunya tercermin melalui peresmian fasilitas produksi PT VinFast Automobile Indonesia sebagai momentum pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri.

“Peresmian fasilitas produksi VinFast ini memiliki makna strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Vietnam,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Selasa (16/12).

Merek VinFast merupakan produsen kendaraan listrik terkemuka asal Vietnam yang memperluas investasinya di Indonesia melalui pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik.

Kehadiran investasi tersebut mencerminkan penguatan hubungan ekonomi kedua negara, yang merupakan dua kekuatan ekonomi utama di kawasan ASEAN dengan total PDB hampir mencapai USD 2 triliun pada 2024 serta nilai perdagangan bilateral yang terus menunjukkan tren peningkatan.

“Investasi Vietnam di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan, dan VinFast menjadi salah satu proyek unggulan yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta penguatan basis industri kendaraan listrik di dalam negeri,” tegasnya.

Sebagaimana tercatat dalam sistem OSS, nilai investasi fasilitas produksi VinFast mencapai Rp 3,8 triliun dengan kapasitas terpasang sebesar 50.000 unit per tahun dan serapan tenaga kerja lokal hingga 1.700 orang.

Skala tersebut menempatkan fasilitas ini sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik yang signifikan di kawasan ASEAN.

Pemerintah juga menyambut baik rencana investasi tahap kedua VinFast sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun, untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 50.000 kendaraan menjadi 350.000 kendaraan per tahun.

Termasuk pada pengembangan pabrik e-scooter, sehingga Indonesia diarahkan menjadi basis produksi dan hub VinFast di Asia Tenggara.

“Ke depan, pemerintah berharap VinFast dapat terus meningkatkan penggunaan komponen lokal melalui kemitraan dengan industri dalam negeri, serta menjadi investasi strategis yang mencerminkan kepercayaan Vietnam terhadap iklim investasi Indonesia,” pungkas Airlangga. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#manufaktur #vinfast #subang #kendaraan listrik #investasi #vietnam #ekosistem #pabrik