Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Perkuat Rute Penerbangan Baru di Titik Pariwisata, Termasuk Rute Surabaya ke Guangzhou dan Shanghai

Nofilawati Anisa • Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:42 WIB
BUDAYA: Dua penjaga keamanan tradisional Bali, yang secara lokal dikenal sebagai Pecalang, melintas di luar Bandara Internasional Ngurah Rai di Badung.
BUDAYA: Dua penjaga keamanan tradisional Bali, yang secara lokal dikenal sebagai Pecalang, melintas di luar Bandara Internasional Ngurah Rai di Badung.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kolaborasi terus dilakukan antarkementerian untuk memperkuat perekonomian nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta Kementerian Perhubungan membuka sejumlah rute penerbangan baru ke titik-titik pariwisata.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pun memberikan sinyal positif.

Dudy menyampaikan, pihaknya mendukung usulan pembukaan akses konektivitas tadi di beberapa titik wisata RI.

"Kementerian Perhubungan mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata melalui peningkatan konektivitas dan infrastruktur transportasi," kata Dudy dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2025).

Muncul usulan pembukaan rute penerbangan ke destinasi wisata prioritas dan regeneratif, baik domestik maupun internasional.

Di antaranya rute penerbangan langsung bandara Yogyakarta dari dan menuju sejumlah kota di China, Korea, Jepang, Australia, dan India.

"Kami akan terus memperkuat akses ke destinasi wisata agar perjalanan wisatawan lebih mudah, aman, dan nyaman," ujar Dudy.

Selain itu, Widiyanti juga mengusulkan pembukaan rute penerbangan Silangit dari dan menuju Singapura dan Kuala Lumpur.

Rute lainnya meliputi Lombok - Sidney, Labuan Bajo - Melbourne / Perth, Belitung Kuala Lumpur, Belitung - Singapura, Manado - Manila, serta Surabaya - Guangzhou dan Shanghai.

"Akses penerbangan internasional ini penting mengingat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tengah bertumbuh pesat. Namun, dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, posisi Indonesia masih kurang optimal. Oleh karena itu, perlu kita optimalkan lagi," tutur Widiyanti.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari hingga Juni, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 7,05 juta kunjungan.

Jumlah ini naik 9,44 persen dari kunjungan pada periode yang sama di tahun 2024, yakni sebesar 6,44 juta kunjungan.

Namun, angka ini masih berada di posisi ke-5 ASEAN, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

"Kami mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Kementerian Perhubungan dalam mendukung pariwisata nasional, khususnya dalam hal perluasan akses bandara internasional yang telah dilakukan. Harapannya, ini dapat memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia," tutur Widiyanti.

Menpar juga meminta dukungan Kemenhub dalam hal akselerasi pengembangan wisata bahari di Indonesia.

Dukungan yang dibutuhkan yakni dalam hal perizinan angkutan laut pariwisata dan peningkatan standar, prosedur dan pengawasan keselamatan transportasi laut.

Sebanyak 30 bandara kelolaan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) masuk dalam daftar bandara internasional. Selain kelengkapan dokumen, maskapai juga diminta segera menjajaki rute baru.

Direktur Operasi InJourney Airports, Agus Haryadi menyebut pihaknya sedang mempersiapkan sederet dokumen yang dibutuhkan dalam proses pengalihan status itu. Selain itu, peningkatan fasilitas bandara pun turut jadi perhatian.

“Selain pemenuhan terhadap dokumen yang dipersyaratkan serta infrastruktur dan fasilitas di bandara untuk operasional dan layanan penerbangan internasional, kami juga menjalin koordinasi dengan stakeholder antara lain Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai, serta Karantina,” ujar Agus.

Selain dokumen administrasi dan fasilitas bandara, Agus mengajak maskapai penerbangan untuk segera menjajaki peluang rute-rute internasional baru.

Apalagi berkaitan dengan titik-titik baru bandara internasional.

“Tentunya dibutuhkan juga peran maskapai penerbangan dalam menjajaki dan membuka rute internasional ke bandara-bandara InJourney Airports yang ditetapkan sebagai bandara internasional,” tuturnya.

Sebagai informasi, penetapan bandara internasional tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.

Total ada 36 bandara yang ditetapkan berstatus internasional, 30 di antaranya dikelola oleh InJourney Airports. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#infrastruktur #shanghai #pariwisata #penerbangan #kementerian perhubungan #kementerian pariwisata #guangzhou #surabaya #transportasi #rute