Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Vivo Sepakat Serap 40.000 Barel Base Fuel dari Pertamina

Nofilawati Anisa • Minggu, 28 September 2025 | 18:05 WIB
LENGANG: Vivo sepakat menyerap 40.000 barel dari 100.000 barel kargo impor BBM yang ditawarkan Pertamina.
LENGANG: Vivo sepakat menyerap 40.000 barel dari 100.000 barel kargo impor BBM yang ditawarkan Pertamina.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pertamina Patra Niaga mengungkapkan jika kesepakatan business to business telah terjalin dengan badan usaha penyedia layanan SPBU, PT Vivo Energy Indonesia.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan, hal ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk mengamankan pasokan BBM swasta yang mengalami kekosongan.

PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) sepakat untuk melakukan proses b to b dengan Pertamina Patra Niaga (PPN). Dari 100.000 barel kargo impor yang ditawarkan, Vivo menyerap 40.000 barel untuk melayani kebutuhan konsumennya.

“Kami menyambut baik semangat kolaborasi yang terjalin dengan Vivo. Kebijakan ini bukan sekadar soal impor BBM, melainkan tentang bagaimana semua pihak bekerja sama memastikan energi tersedia dan masyarakat dapat terlayani dengan sangat baik,” ujar Robert dikutip dari Antara, Minggu (28/9).

Roberth menambahkan mekanisme penyediaan pasokan kepada Vivo dengan menggunakan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Harapan kami, dengan niat baik ini Vivo dapat berkolaborasi, dengan tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN,” jelas Roberth.

Proses berikutnya akan dilanjutkan dengan uji kualitas dan kuantitas produk BBM menggunakan surveyor yang sudah disepakati bersama.

Roberth menegaskan, kolaborasi dengan badan usaha swasta menjadi bukti nyata bahwa menjaga energi adalah kerja bersama.

Dengan semangat gotong royong, layanan energi diharapkan semakin merata, adil, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Sementara itu untuk empat BU swasta lainnya hingga saat ini masih berkoordinasi dengan kantor pusat masing-masing,” pungkasnya. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#badan usaha #kargo #spbu #vivo #bbm #menteri esdm #bahlil lahadalia #pasokan #impor #Pertamina Patra Niaga