RADAR SURABAYA BISNIS - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyerap subsidi energi dari pemerintah pada Januari-Agustus 2025 mencapai 139.856.399 liter atau 66,66 persen dari total kuota 209.809.000 liter.
"Angka ini mencerminkan bagaimana energi subsidi benar-benar dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan transportasi berbasis rel yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Minggu (21/9/2025).
Anne menjelaskan, BBM subsidi tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional KAI.
Dari kereta penumpang, angkutan barang seperti klinker, parcel, peti kemas, hingga semen.
“Setiap liter yang terserap menjadi energi yang menggerakkan roda kehidupan, mendukung mobilitas harian, hingga menopang rantai pasok angkutan barang nasional,” sambungnya.
Anne mengatakan KAI berkomitmen menjaga amanah ini dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Anne menyampaikan BBM subsidi yang diberikan pemerintah kami kelola secara transparan dan akuntabel.
"Kami pastikan serapan ini tepat sasaran, yaitu kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan transportasi yang andal, terjangkau, dan bermanfaat,” ungkap Anne.
Ia melanjutkan, kebermanfaatan subsidi tersebut tercermin dalam kinerja angkutan penumpang KAI Group.
Sepanjang Januari–Agustus 2025, KAI Group melayani 328.054.007 pelanggan atau tumbuh 8,51 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Lonjakan ini menunjukkan masyarakat semakin percaya menjadikan kereta api sebagai sahabat perjalanan yang aman dan nyaman," ucap Anne.
Di sektor logistik, KAI juga menunjukkan kinerja positif.
Sepanjang Januari–Agustus 2025, volume angkutan barang mencapai 45.257.245 ton, meningkat dari 45.073.608 ton tahun sebelumnya.
Pada Agustus 2025 saja, volume mencapai 6.026.111 ton.
Keberlanjutan distribusi logistik ini menjaga stabilitas industri, harga kebutuhan pokok, serta daya saing ekonomi nasional.
“Setiap perjalanan kereta api yang ditopang oleh energi subsidi adalah bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat. KAI akan terus memastikan amanah ini dikelola dengan tata kelola yang baik, transparan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelas Anne. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa