RADAR SURABAYA BISNIS - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa menggelar acara Koordinasi Pengamanan Pelabuhan serta Sosialisasi Good Corporate Governance (GCG) dan Whistleblowing System (WBS) Tahun 2025 di Lingkungan Pelindo Regional 3, Rabu (10/9/2025).
Acara digelar di Ruang Bromo kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3.
Acara yang dikemas dalam kegiatan coffee morning ini mengangkat tema “Mewujudkan Budaya Anti Korupsi Melalui Penanaman Nilai Integritas dan Sinergitas di Lingkungan Pelabuhan.”
Acara diselenggarakan dalam rangka Pelaksanaan Implementasi Budaya GCG tahun 2025 di lingkungan Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa terkait dengan Gratifikasi, Anti Fraud, Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), Kode Etik dan hal relevan lainnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas GCG dan komitmen bersama pengamanan obyek vital pelabuhan Tanjung Perak.
Komitmen bersama ini melibatkan TNI/POLRI, KSOP dan instansi pemerintah di wilayah Tanjung Perak, BUMN/swasta, asosiasi pelabuhan, pengguna jasa dan mitra strategis pelabuhan, serta tokoh masyarakat Surabaya yang terdiri dari tokoh agama, masyarakat, dan pemuda Surabaya.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam mendukung keberlanjutan bisnis dan menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas.
“GCG bukan hanya sebuah konsep, namun merupakan fondasi utama dalam menentukan keberlanjutan dan keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, kami sangat ingin berperan aktif dalam menyebarkan pemahaman dan implementasi GCG di lingkungan pelabuhan serta capaian dalam pengamanan pelabuhan serta memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder,” ungkap Purwanto.
Selain sosialisasi GCG dan WBS, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan pelabuhan.
Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama pengamanan obyek vital pelabuhan di Tanjung Perak, sebagai bentuk komitmen bersama menjaga pelabuhan sebagai obyek vital nasional yang strategis.
“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menjaga keamanan obyek vital pelabuhan. Kita semua menyadari, dalam beberapa waktu belakangan ini terdapat sejumlah peristiwa yang menimbulkan rasa tidak nyaman di masyarakat, seperti aksi demonstrasi yang berujung pada pengrusakan fasilitas publik. Padahal, pelabuhan merupakan salah satu fasilitas publik yang sangat penting dan krusial bagi kelancaran roda perekonomian nasional. Oleh karena itu, sinergitas dan komitmen kita bersama dalam menjaga keamanan pelabuhan adalah langkah yang sangat strategis sekaligus vital bagi keberlangsungan pelayanan dan kepercayaan publik,” tambah Purwanto.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, ST., MT., menyampaikan apresiasi atas langkah Pelindo dalam memperkuat kolaborasi lintas instansi.
“Dengan adanya penandatanganan kesepakatan bersama ini, saya berharap seluruh pihak dapat meningkatkan koordinasi, memperkuat integritas, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelabuhan sebagai obyek vital nasional. KSOP berkomitmen mendukung langkah Pelindo dan seluruh instansi dalam menciptakan pelabuhan yang aman, tertib, dan berdaya saing tinggi,” ungkap Agustinus Maun.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menegaskan komitmennya dalam mewujudkan budaya kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi, sekaligus memperkokoh sinergi bersama seluruh pihak terkait untuk menjaga keamanan obyek vital pelabuhan. (nir)
Editor : Nofilawati Anisa