Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

ASDP Siapkan Lintasan Feri Rute Surabaya-Labuan Bajo

Nofilawati Anisa • Rabu, 10 September 2025 | 21:17 WIB
ILUSTRASI: ASDP Indonesia Ferry terus memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur. Penyeberangan di Cabang Sape menjadi salah satu simpul penting dalam mendukung mobilitas.
ILUSTRASI: ASDP Indonesia Ferry terus memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur. Penyeberangan di Cabang Sape menjadi salah satu simpul penting dalam mendukung mobilitas.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Jembatan Nusantara (JN) tengah menyiapkan rencana ekspansi layanan kapal feri jarak jauh (LDF) untuk lintasan Surabaya-Labuan Bajo.

Lintasan ini akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan harapan memperkuat konektivitas logistik antarwilayah dan mendukung potensi pariwisata di kawasan timur Indonesia.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo menegaskan peran strategis PT Jembatan Nusantara (JN) sebagai anak usaha yang mendukung konektivitas antarwilayah.

Sekaligus memperkuat layanan logistik yang berperan penting dalam pemerataan distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

"Jembatan Nusantara menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran pergerakan orang, barang, serta logistik yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kami berkomitmen agar masyarakat di berbagai wilayah, khususnya daerah kepulauan, tetap mendapatkan akses transportasi yang terjangkau, andal, dan selamat," kata Heru dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025).

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin menambahkan, Jembatan Nusantara saat ini telah menjadi backbone dalam layanan long distance ferry.

Khususnya pada lintasan Balikpapan-Parepare yang menghubungkan Kalimantan dan Sulawesi.

Jalur ini dilayani oleh dua armada utama, yaitu KMP Swarna Bahtera dan KMP Madani Nusantara.

"Kolaborasi ASDP dan JN memperkuat posisi kami sebagai perusahaan transportasi terintegrasi. Layanan LDF yang dioperasikan JN terbukti menjadi jalur vital dalam menjaga kelancaran pasokan logistik, mulai dari hasil pertanian, bahan kebutuhan pokok, hingga material pembangunan," jelasnya.

Saat ini, Jembatan Nusantara mengoperasikan 53 kapal dengan melayani 19 lintasan aktif.

Terdiri dari 18 lintasan short distance ferry (SDF) dan 1 lintasan long distance ferry (LDF).

Dari periode Januari-Juli, tercatat total 1.384.098 unit kendaraan dan 463.700 penumpang telah dilayani.

Kendaraan roda dua mendominasi dengan 805.501 unit. Disusul mobil barang sebanyak 405.333 unit, dan mobil penumpang sebanyak 173.714 unit.

Adapun muatan yang mendominasi di lintasan Balikpapan-Parepare adalah pertanian, kebutuhan pokok, dan material pembangunan.

Jalur ini menjadi penghubung vital yang tidak hanya memastikan suplai pangan tetap stabil, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.

Sebagai induk usaha, ASDP mengoperasikan 207 lintasan perintis yang menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kehadiran layanan perintis ini menjadi tulang punggung logistik masyarakat di berbagai daerah.

Simana beberapa wilayah bahkan masih sangat bergantung pada kapal feri untuk pemenuhan pasokan bahan pokok hingga layanan kesehatan.

Shelvy menegaskan, sinergi antara ASDP dan Jembatan Nusantara bukan hanya soal menjaga arus penyeberangan antarwilayah besar, tetapi juga memastikan pemerataan logistik hingga ke daerah terpencil.

"Konektivitas inilah yang menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga roda ekonomi lokal dapat terus bergerak," pungkas dia. (tan/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pariwisata #potensi #radar surabaya bisnis #labuan bajo #lintasan #surabaya #asdp #jembatan nusantara #kawasan timur Indonesia #rute