RADAR SURABAYA – Bus listrik di Surabaya merupakan bagian dari sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan Suroboyo Bus dan Wira-Wiri Suroboyo.
Bus ini melayani rute dari Terminal Purabaya di Sidoarjo hingga Kenjeran Park, Surabaya, pulang pergi.
Pembayaran bus listrik di Surabaya bisa menggunakan kartu uang elektronik atau e-money.
Operasional bus listrik di Kota Pahlawan tersebut kembali menorehkan prestasi sebagai pelopor transportasi ramah lingkungan.
Keberhasilan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengoperasikan bus listrik dengan skema Buy The Service menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Global Green Growth Institute (GGGI), Kementerian Bappenas, Kementerian ESDM, PLN UID Bali, hingga Pemerintah Provinsi Bali.
Rombongan lembaga nasional hingga daerah itu telah melakukan kunjungan studi ke Surabaya beberapa waktu lalu.
Selama dua hari, mereka mendalami bagaimana pengadaan hingga operasional bus listrik di Surabaya bisa berjalan aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus diminati masyarakat.
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antara pemerintah, operator, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Kami tidak hanya menyiapkan armada, tetapi juga memastikan layanan bus listrik bisa diakses real time, nyaman, dan terpercaya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/8/2025).
Dalam kesempatan itu, operator Yutaka Trans memaparkan teknis operasional harian dengan sistem Transport Management System (TMS) berbasis digital.
Rombongan juga meninjau langsung Terminal Purabaya untuk melihat pola operasional, pengisian daya (charging), hingga standar perawatan unit.
CEO PT Yutaka Trans, Novi Candra Hermawan, menegaskan pihaknya menerapkan standar “STOP – CALL – WAIT” untuk penanganan jika terjadi kendala di jalur pelayanan.
"Melalui control room, semua armada bisa dipantau secara daring, mulai dari rute, kondisi bus, hingga laporan operasional harian," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dishub Surabaya Eni Sugiharti Fajarsari mengungkapkan kalau ada lonjakan penumpang signifikan pada bus listrik ini.
Masyarakat bahkan juga dapat memantau jadwal kedatangan bus secara daring lewat aplikasi GoBis di ponsel pintar.
Load factor yang terjadi menurutnya tembus di atas 110 persen setiap hari, terutama di rute Purabaya – Unair – ITS.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya permintaan penambahan armada dan rute baru, yang disampaikan melalui media sosial Dishub.
“Banyak warga sudah percaya dan mengandalkan bus listrik. Mereka meminta rute tambahan karena antrean di halte semakin padat,” ujar Eni. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa