Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pelabuhan Jangkar Situbondo Sudah Memenuhi Syarat untuk Kapal-Kapal Besar Bersandar, Akankan Jadi Pelabuhan Alternatif untuk Menyeberang ke Bali?

Mus Purmadani • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:34 WIB
ALTERNATIF: Pengoperasian Pelabuhan Jangkar Situbondo sebagai sarana penyeberangan ke Bali hingga saat ini masih dibahas.
ALTERNATIF: Pengoperasian Pelabuhan Jangkar Situbondo sebagai sarana penyeberangan ke Bali hingga saat ini masih dibahas.

RADAR SURABAYA BISNIS — Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi terus menjadi perhatian pemerintah.

Kondisi Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dinilai sudah crowded.

Sehingga perlu ada support dari pelabuhan lain untuk mengirimkan distribusi barang ke Bali.

Salah satu opsinya adalah dengan membuka rute anyar di Pelabuhan Jangkar.

Kasi Teknik Kepelabuhan UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi di Pelabuhan Jangkar Dishub Provinsi Jatim Tri Wahyono menjelaskan jika pengoperasian Pelabuhan Jangkar sebagai sarana penyeberangan ke Bali, masih dibahas.

Tak menutup kemungkinan hal itu direalisasikan untuk mengatasi keluhan pengusaha.

“Dari Jangkar kapal nanti akan bersandar di Pelabuhan Padang Bai Karangasem Bali," katanya, Senin (4/8/2025).

Secara umum, lanjut Tri, Pelabuhan Jangkar Situbondo sudah memenuhi syarat untuk kapal-kapal besar bersandar.

Kedalaman dermaga sudah minus 10 kubik. “Untuk standarisasi Pelabuhan Jangkar sudah memenuhi. Kapal-kapal besar bisa bersandar,” jelasnya.

Perlu diketahui jika selama ini Pelabuhan Jangkar tidak hanya melayani kapal penumpang menuju pulau di wilayah Jatim.

Ada kapal yang diberangkatkan menuju Pelabuhan Lembar di NTB. Rute Jangkar-Lembar dibuka tahun 2024.

Kadishub Jatim Nyono mengatakan jika Pelabuhan Jangkar dapat difungsikan sebagai jalur alternatif dengan memprioritaskan truk bermuatan hingga 40 ton.

Namun tetap harus ada penimbangan muatan. Truk-truk yang akan masuk ke pelabuhan tersebut bisa diarahkan terlebih dahulu di jembatan timbang Sedarum, Pasuruan sebelum menuju Pelabuhan Jangkar dan melintasi Alas Baluran.

“Ini perlu dukungan kapal feri berkapasitas besar untuk melayani rute Jangkar–Gilimanuk,” kata Nyono.

Selain Pelabuhan Ketapang, kemacetan juga muncul pasca penutupan total akses Lumajang-Banyuwangi via jalur Gumitir.

Penutupan jalur itu turut menghambat kelancaran arus lalu lintas via Taman Nasional Baluran.

Keluhan disampaikan para pengusaha logistik. Ada yang sampai terjebak berjam-jam.

Sebagian pengusaha terpaksa memutar puluhan kilometer akibat ditutupnya jalur Gumitir. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#situbondo #bali #sandar #konsumen #Jalur Gumitir #penutupan #pelabuhan ketapang #pengusaha #Pelabuhan Jangkar #kapal besar #dishub jatim #distribusi #banyuwangi