RADAR SURABAYA BISNIS – Kawasan Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo terus mendapatkan perhatian dari berbagai lembaga internasional.
Salah satu yang tertarik dengan kawasan Surabaya Raya adalah Japan International Cooperation Agency (JICA).
Perhatian itu diberikan JICA dalam bentuk dukungan dana untuk melakukan studi mengenai transportasi massal di wilayah Surabaya Raya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat sambutan dalam acara Radar Surabaya Awards 2025, Kamis (31/8/2025) malam.
Menurutnya pada tahap ini juga mendapat tambahan dukungan lagi dari pemerintah Britania Raya atau Inggris untuk melakukan pemantapan kajian tersebut.
"Lalu baru saja ada kabar baik bahwa setelah bertahun-tahun diperjuangkan, akhirnya alhamdulillah sudah ditandatangani oleh pemerintah Republik Indonesia 230 juta euro untuk melakukan pengembangan jaringan kereta api di Surabaya Raya. Itu setara dengan Rp 4,3 triliun. Pinjaman yang sangat lunak karena disubsidi oleh APBN dari pemerintah Jerman, juga ada hibah desain teknis senilai 6 juta euro atau kisaran Rp 110 miliar," ungkapnya.
Menurutnya ini penting karena ternyata Surabaya Raya itu keretanya masih single track, belum double track.
Maka akan sulit untuk memiliki layanan kereta yang khusus melayani komuter untuk Surabaya Raya.
"Jadi masih bercampur relnya, dan akibatnya sulit mengatur schedulenya tidak seperti di Jabodetabek. Dengan adanya pengembangan ini akan menjadi doublet track akan bisa jadi KRL. Ini juga menjadi ikhtiar Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) untuk mendorong transportasi intra aglomerasi. Pembangunan di Surabaya Raya merupakan peran bersama," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa