Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Legislator PKB Minta Ada Wira Wiri Suroboyo Yang Langsung ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) di Benowo, Surabaya Barat

Dimas Mahendra • Jumat, 11 Juli 2025 | 14:48 WIB

 

MELINTAS: Wira Wiri Suroboyo menjangkau sejumlah titik keramaian di Kota Surabaya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti Pasar Atom.
MELINTAS: Wira Wiri Suroboyo menjangkau sejumlah titik keramaian di Kota Surabaya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti Pasar Atom.

RADAR SURABAYA BISNIS - Jika seseorang ingin pergi ke suatu tempat di Surabaya yang tidak dilalui oleh Suroboyo Bus atau Trans Semanggi secara langsung, mereka bisa menggunakan Wira Wiri.

Feeder ini bisa mencapai halte terdekat dari lokasi tujuan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lainnya.

Wira Wiri beroperasi sebagai feeder yang menghubungkan berbagai titik di Surabaya, membantu warga mengakses layanan transportasi publik utama seperti Suroboyo Bus dan Trans Semanggi.

Layanan ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih mudah dan praktis ke berbagai lokasi di Surabaya, serta membantu mengurangi kemacetan.

Wira Wiri dirancang untuk ramah pengguna, termasuk bagi penumpang lanjut usia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil.

Saat ini Wira Wiri mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya.

Hal ini lantaran layanan angkutan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu masih belum merata ke sejumlah titik.

Kritik mengenai angkutan massal pemerintah kota itu dilayangkan oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Tubagus Lukman Amin.

Dia meminta agar pemerintah bisa memperluas lagi jangkauan rute dan menambah jumlah armada.

Salah satu contohnya menurut dia adalah belum terkavernya area sekitar Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) di Benowo, Surabaya Barat.

Dia mengatakan kalau sampai saat ini tidak dilalui feeder di sana.

Akibatnya, warga yang hendak ke rumah sakit harus turun jauh dari tujuan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Transportasi publik ini seharusnya bisa menjangkau titik-titik penting seperti rumah sakit. BDH misalnya, feeder belum sampai ke sana. Idealnya bisa sampai ke depan lobi atau UGD,” kata Tubagus.

Ia menilai, tanpa akses langsung ke objek vital seperti rumah sakit, perkantoran, dan kawasan padat penduduk, fungsi feeder sebagai angkutan penghubung tidak akan maksimal.

Menurut legislator PKB itu, perluasan rute saja tidak cukup.

Penambahan armada harus berjalan beriringan agar interval kedatangan bus tetap terjaga dan warga tak perlu menunggu terlalu lama.

“Kalau rutenya ditambah tapi armadanya tetap, ya tetap saja warga kesulitan. Harus ada kendaraan tambahan supaya layanan benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya.

Tubagus juga menekankan pentingnya transportasi publik yang terintegrasi dan merata untuk mendukung sektor kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#dprd kota surabaya #surabaya barat #suroboyo bus #benowo #feeder #komisi a #Trans Semanggi #wira wiri suroboyo #pemkot surabaya #RS BDH #Wira Wiri