Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Genjot Layanan Feri untuk Pemerataan Ekonomi, ASDP Siapkan Investasi di Infrastruktur Pelabuhan, Kapal, hingga Layanan Bongkar Muat

Nofilawati Anisa • Minggu, 6 Juli 2025 | 19:45 WIB
PENGHUBUNG: Lewat laut, ASDP hubungkan harapan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
PENGHUBUNG: Lewat laut, ASDP hubungkan harapan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT ASDP Indonesia Ferry terus memperkuat layanan penyeberangan antarwilayah untuk mendukung distribusi logistik yang efisien dan terjangkau.

Dengan 226 kapal aktif di 309 lintasan dan 36 pelabuhan, ASDP menjadi penghubung penting antar pulau, terutama wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, peran ASDP tak hanya soal transportasi penumpang, tetapi juga sebagai simpul logistik nasional.

"ASDP hadir sebagai penghubung utama antarwilayah melalui layanan kapal feri yang terukur dan terintegrasi. Kami memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas dalam setiap proses layanan, termasuk sektor logistik,” ujar Shelvy dalam keterangannya, Minggu (6/7/2025).

Salah satu contohnya adalah jalur Bajoe–Kolaka di Sulawesi, yang mempercepat distribusi komoditas perikanan dan pertanian, serta memangkas biaya logistik.

Mayoritas kapal mengangkut komoditi perikanan dari dan ke Pelabuhan Bajoe, di antaranya ikan layang segar, udang vaname segar, dan ikan segar lainnya.

Sementara komoditi unggulan Kabupaten Kolaka bertumpu pada sektor perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete, dan lada.

Dan sub sektor pertanian komoditi yang diunggulkan itu jagung dan ubi kayu.

Shelvy mengatakan, penerapan sistem e-ticketing Ferizy juga membantu menjaga kesegaran barang dan mempercepat perencanaan perjalanan.

Penumpang bisa memesan tiket hingga 60 hari sebelumnya, dengan waktu check-in di tiga slot yaitu 09.00, 12.30, dan 16.30 WITA.

“ASDP juga baru meresmikan KMP Jatra II untuk lintasan Gunungsitoli–Sibolga, membuka jalur penting bagi kebutuhan logistik di Sumatera Utara,” katanya.

Ke depan, ASDP akan terus berinvestasi di infrastruktur pelabuhan, kapal, hingga layanan bongkar muat.

Sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri juga terus dibangun agar layanan feri mampu menekan biaya logistik nasional dan mendorong pemerataan ekonomi.

“ASDP tidak hanya menghubungkan pelabuhan, tetapi menjembatani harapan masyarakat akan akses yang setara terhadap barang kebutuhan pokok dan komoditas penting. Layanan feri yang berkualitas akan mendorong pemerataan ekonomi, membuka akses pasar, dan menjadi fondasi utama pembangunan yang inklusif,” tandas Shelvy. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#penyeberangan #infrastruktur #3t #layanan #komoditas #lintasan #asdp #transportasi #logistik #investasi #antar wilayah #distribusi #kapal