Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Wagub Emil Sampaikan Perkembangan Baik soal Bandara Dhoho Kediri setelah Hentikan Operasional hingga Akhir Juli 2025

Mus Purmadani • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:51 WIB
SIAP: Suasana di Bandara Dhoho Kediri. Tahun depan Bandara Dhoho akan mulai melakukan perjalanan umrah secara langsung ke Tanah Suci.
SIAP: Suasana di Bandara Dhoho Kediri. Tahun depan Bandara Dhoho akan mulai melakukan perjalanan umrah secara langsung ke Tanah Suci.

RADAR SURABAYA BISNIS – Bandara Dhoho Kediri menghentikan proses penerbangan hingga 31 Juli 2025.

Penutupan ini diambil menyusul armada Citilink yang masuk maintenance.

Citilink adalah satu-satunya maskapai yang masih bertahan di Bandara Dhoho Kediri sejak dibuka Oktober tahun lalu.

Sepinya aktivitas penerbangan di Bandara Dhoho Kediri juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dardak mengatakan perlu adanya keberpihakan dan langkah afirmatif agar bisa beroperasi optimal.

"Sebenarnya terdapat potensi besar untuk pemanfaatan Bandara Dhoho, terutama dalam mendukung pemberangkatan umrah dari wilayah Mataraman dan sekitarnya," ujar Emil, Rabu (2/7/2025).

Mantan bupati Trenggalek ini mengatakan dalam waktu dekat, Bandara Internasional Juanda akan mengalami perbaikan menyeluruh di landasan pacunya.

Hal ini diperkirakan akan mengurangi kapasitas operasional Juanda secara signifikan.

"Juanda akan diperbaiki total runway-nya, dan akan mengalami pengurangan kapasitas signifikan yang harus ditopang oleh bandara-bandara lain," jelasnya.

Oleh karena itu, Bandara Dhoho diproyeksikan akan menjadi bandara penopang vital selama masa perbaikan Bandara Juanda.

Menurut Emil, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong pemanfaatan maksimal Bandara Dhoho Kediri.

"Konektivitas akan menjadi faktor penting untuk mendongkrak minat masyarakat. Nantinya bandara ini akan tersambung dengan jalan tol Kediri–Kertosono dan Kediri–Tulungagung. Nah, inilah yang akan juga menjadi konektivitas yang penting untuk membuat bandara ini lebih diminati oleh publik,” katanya.

Sebelumnya, Plt Sekretaris Dishub Jatim Joko Pitoyo mengatakan jika upaya untuk meramaikan Bandara Dhoho sudah dilakukan.

Pemprov Jatim sudah menyurati 14 kabupaten/kota di sekitar Kediri raya untuk mendukung Bandara Kediri.

Salah satunya dengan memanfaatkan penerbangan ke Jakarta.

“Sudah disurati. Ini fasilitas nasional yang perlu didukung pengoperasiannya,” kata Joko.

Dia memastikan langkah Pemprov tak berhenti. Saat ini, Pemprov sedang mendorong Kemenhub untuk segera merealisasi program penerbangan umroh di Bandara Kediri.

Belum ada hitungannya secara pasti soal jumlah pengguna bandara untuk umrah.

Namun mengacu analisis Pemkab Kediri, potensi jamaah umrah yang memakai bandara per tahunnya bisa mencapai 30.000 jamaah.

"Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Blitar dan Nganjuk," katanya.

Joko mengatakan bahwa konektivitas ke bandara juga mendapat perhatian penting.

Saat ini, Pemprov melalui Dishub telah menyiapkan sejumlah angkutan untuk melayani masyarakat.

"Ada angkutan yang terhubung antara bandara dengan sejumlah terminal. Ini masih disiapkan," kata Joko.

Dia optimistis jika keberadaan Bandara Dhoho Kediri akan menjadi pengungkit ekonomi baru sekaligus memperluas konektivitas antar wilayah atau daerah di Jatim.

Apalagi, pembangunan jalan tol yang terhubung ke Bandara Dhoro terus berjalan. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#citilink #Perbaikan #wagub jatim #emil elestianto dardak #Bandara Dhoho Kediri #bandara juanda #runaway