RADAR SURABAYA BISNIS - Bandara Dhoho Kediri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang baru tahun lalu dioperasikan.
Namun kondisi fasilitas penerbangan baru tersebut disorot karena sepi serta tidak ada jadwal penerbangan hingga akhir Juli 2025.
Pemprov Jawa Timur meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengeluarkan izin penerbangan umrah untuk meramaikan Bandara Dhoho.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif menyebut jika ada sejumlah hal yang menjadi penyebab sepinya Bandara Dhoho.
Salah satunya yakni kurangnya ekosistem pendukung seperti sektor wisata dan industri di sekitar Bandara Dhoho.
Itu membuat orang tak bersemangat naik pesawat dari Bandara Dhoho.
“Kami minta Pemprov Jatim tak tinggal diam. Perlu ada upaya untuk meramaikan bandara,” kata Khusnul, Senin (30/6).
Pemprov Jatim, lanjut Khusnul tidak hanya didorong untuk menghidupkan sektor wisata dan industri di sekitar Bandara Dhoho.
Namun harus menggkoordinasikan daerah-daerah di sekitar Kediri untuk meramaikan Bandara Dhoho.
Sementara itu Plt Sekretaris Dishub Jatim Joko Pitoyo mengatakan jika upaya untuk meramaikan Bandara Dhoho sudah dilakukan.
Pemprov Jatim sudah menyurati 14 kabupaten/kota di sekitar Kediri Raya untuk mendukung Bandara Dhoho.
Salah satunya dengan memanfaatkan penerbangan dari Bandara Dhoho ke Jakarta.
“Sudah disurati. Ini fasilitas nasional yang perlu didukung pengoperasiannya,” kata Joko.
Dia memastikan langkah Pemprov Jatim tak berhenti.
Saat ini, Pemprov Jatim sedang mendorong Kemenhub untuk segera merealisasi program penerbangan umrah di Bandara Dhoho.
"Belum ada hitungannya secara pasti soal jumlah pengguna bandara untuk umrah. Namun mengacu analisis Pemkab Kediri, potensi jamaah umrah yang memakai bandara per tahunnya bisa mencapai 30.000 orang. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Blitar, dan Nganjuk," katanya.
Joko mengatakan bahwa konektivitas ke Bandara Dhoho juga mendapat perhatian penting.
Saat ini, Pemprov Jatim melalui Dishub Jatim telah menyiapkan sejumlah angkutan untuk melayani masyarakat.
"Ada angkutan yang terhubung antara bandara dengan sejumlah terminal. Ini masih disiapkan," kata Joko.
Dia optimistis jika keberadaan Bandara Dhoho Kediri akan menjadi pengungkit ekonomi baru sekaligus memperluas konektivitas antar wilayah atau daerah di Jatim.
Apalagi, pembangunan jalan tol yang terhubung ke Bandara Dhoho juga terus berjalan. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa