RADAR SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael, mengingatkan pemerintah kota agar tidak hanya fokus pada pengadaan unit transportasi publik, tetapi juga memperhatikan infrastruktur pendukung.
Hal ini berkaitan dengan operasional angkutan publik milik pemerintah kota seperti Suroboyo Bus dan WiraWiri.
Menurutnya, aspek infrastruktur inilah yang selama ini sering dilupakan.
"Kalau kita berbicara mengenai transportasi umum, sebetulnya bukan hanya transportasinya, tapi infrastrukturnya. Ini seringkali dilupakan," kata Josiah, Minggu (15/6).
Ia menilai, kualitas transportasi publik tidak bisa diukur dari jumlah bus atau frekuensi trayek semata.
Fasilitas penunjang seperti halte, jembatan penyeberangan, trotoar, hingga konektivitas antar-moda punya peran krusial dalam menciptakan sistem yang benar-benar layak digunakan masyarakat.
Contoh paling nyata, menurut Josiah, adalah masih minimnya fasilitas penyeberangan jalan di titik-titik pemberhentian.
"Ketika orang turun, dia mau menyeberang bagaimana caranya? Keselamatan jadi taruhan," ungkapnya prihatin.
Selain itu, kondisi trotoar yang belum terintegrasi juga jadi masalah tersendiri.
Ia menyebut banyak akses menuju halte belum ramah pejalan kaki.
Jalurnya putus, sempit, bahkan tidak ada sama sekali.
Hal ini membuat warga enggan berjalan kaki untuk menjangkau angkutan publik.
Di sisi lain, cakupan layanan transportasi publik yang belum menjangkau kawasan permukiman juga menjadi catatan.
Warga yang tinggal di perumahan pada akhirnya tetap menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai titik angkutan terdekat.
Namun hal ini memunculkan persoalan baru.
Ketiadaan fasilitas park and ride dinilai menghambat kebiasaan warga untuk beralih ke transportasi massal.
"Mereka membawa kendaraannya sendiri, parkirkan di mana untuk mereka beralih ke transportasi publik?" katanya.
Tak hanya itu, Josiah juga menyoroti aspek perawatan armada yang mulai menunjukkan penurunan kualitas.
Ia menyebut beberapa unit bus sudah mulai rusak dan pendingin ruangannya (AC) tidak lagi bekerja secara optimal.
"Perawatannya harus dioptimalkan karena kita lihat ada beberapa yang kondisinya sudah mulai memprihatinkan," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa