RADAR SURABAYA BISNIS - Sekitar 6.700 driver R2 ojek online (ojol) dan R4 taksi online (taxol) dari berbagai kota se-Jawa Timur, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Selasa (20/5/2025).
Diketahui driver online ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Mojokerto, Gresik, Jombang, Madiun, Magetan, Kediri dan beberapa kabupaten lainnya.
Humas Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jatim Samuel Grandy mengatakan pada aksi kali ini, massa membawa tuntutan nasional dan tuntutan regional.
"Kami meminta tegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Transportasi Online di Jawa Timur. Tahun 2023 Gubernur Jawa Timur telah menerbitkan keputusan gubernur transportasi online di Jawa Timur untuk driver online R2 dan R4. Tarif batas bawah telah ditetapkan tapi sampai saat ini kami menilai SK Gub Jawa Timur mandul karena tidak ada satupun aplikator yang menaati bahkan perang tarif terus berlanjut," terangnya.
Samuel mengatakan massa tidak hanya mendatangi kantor gubernur, namun juga sejumlah kantor aplikator untuk menyampaikan aspirasi kekecewaan terhadap regulasi maupun tarif yang tidak dipatuhi.
"Kalau memang tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan melakukan aksi demo kembali dengan massa yang lebih banyak. Dan kemungkinan 2-3 hari, " jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Nyono mengakui bahwa memang ada pelanggaran tarif yang dilakukan oleh pihak aplikator transportasi online.
Hal inilah yang menjadi penyebab para driver ojol dan taksi online taksol menggelar unjuk rasa.
"Persoalannya itu ada pelanggaran tarif yang dilakukan beberapa aplikator, di situ ada bukti-buktinya. Tarifnya itu diturunkan, potongannya juga tinggi," ujarnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa