RADAR SURABAYA BISNIS - Ribuan driver ojek online (ojol) mengikuti demo di Surabaya, hari ini, Selasa (20/5/2025).
Demo ini merupakan bentuk protes driver ojol dari berbagai aplikasi terhadap rendahnya tarif yang dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional.
Tito Ahmad, Ketua Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jatim mengungkapkan bahwa jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 3.000 hingga 6.000 pengemudi.
"Aksi ini akan dilakukan secara serentak, dengan titik kumpul awal di Bundaran Waru," ujar Tito.
Kepolisian pun gerak cepat melakukan pengamanan sejak di Bundara Cito, Surabaya, hingga massa demo ojol menuju ke tempat yang dituju.
Mereka berkumpul di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, di Jalan Pahlawan, Surabaya.
Sebanyak 1.994 personel gabungan dikerahkan Polrestabes Surabaya untuk mengamankan aksi ini.
"Kami tidak melakukan pengalihan arus, hanya rekayasa saja. Massa tetap kami kawal dengan tetap menghormati pengguna jalan lain," ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto.
Namun, tak semua driver ojol di Surabaya ikut demo hari ini. Ada juga yang memilih untuk tetap menerima orderan.
“Sudah diwakili teman-teman, Mbak. Saya nggak ikutan,” kata seorang driver ojol.
Siang tadi dia menerima orderan dari Ciputra World di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya menuju ke salah satu titip di kawasan Surabaya Utara.
“Makanya saya nggak pakai atribut. Sungkap sama teman-teman yang ikut demo,” ungkapnya.
Ia mengaku termasuk yang ikut keberatan dengan tingginya potongan yang diterapkan aplikator.
“Kalau saya dapat order Rp 20 ribuan, kira-kira yang masuk kantong saya sekitar Rp 14 ribuan saja,” curhatnya. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa