RADAR SURABAYA BISNIS - PT Pelni Cabang Surabaya mencatat penurunan jumlah penumpang selama arus mudik Lebaran 2025.
Penurunan ini mencapai 1,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Namun secara kumulatif mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sekitar 10 persen.
"Penurunan penumpang ini disebabkan oleh pengurangan satu unit kapal yang saat ini tidak beroperasi pasca kebakaran di Makassar," jelas Kepala Cabang PT Pelni Surabaya, Roni Abdullah, Kamis (27/3/2025).
Meskipun demikian, beberapa kapal Pelni tetap ramai penumpang.
KM Dorolonda misalnya, mengangkut sekitar 3.000 penumpang selama periode mudik di Surabaya.
KM Lambelu dan KM Gunung Dempo juga melayani sejumlah besar penumpang.
Roni menambahkan, lonjakan penumpang terlihat pada kedatangan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, terutama dari Balikpapan dan Makassar 26 Maret lalu.
Namun, keberangkatan menuju Makassar dan Kalimantan justru tidak mengalami peningkatan signifikan.
"Kemungkinan, lonjakan penumpang akan terjadi pada arus balik nanti," imbuhnya.
PT Pelni telah memastikan kesiapan armada kapal yang beroperasi.
Ramp check telah dilakukan untuk memastikan kelaikan kapal, ketersediaan BBM, serta kesiapan kru dan operasional.
Sebagai informasi tambahan, sebanyak 450 peserta mudik gratis dari Makassar telah diangkut menggunakan KM Tidar.
Mayoritas penumpang Pelni merupakan masyarakat menengah ke bawah.
PT Pelni terus berupaya meningkatkan pelayanannya agar tetap kompetitif di tengah persaingan moda transportasi lainnya.
"Dari tahun ke tahun, kami terus melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan, mulai dari pemesanan tiket hingga penumpang turun dari kapal," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa