Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kementerian ESDM Target Bangun 62.918 SPKLU hingga Tahun 2030

Nofilawati Anisa • Rabu, 19 Februari 2025 | 05:25 WIB
BARU: SPKLU diperbanyak menyusul amanat Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU, agar stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik (EV) bisa lebih masif dan merata
BARU: SPKLU diperbanyak menyusul amanat Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU, agar stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik (EV) bisa lebih masif dan merata

RADAR SURABAYA BISNIS - Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Havidh Nazif mengatakan pihaknya membidik pembangunan 62.918 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga tahun 2030.

“Kami memproyeksikan (pembangunan) SPKLU sampai tahun 2030 sebanyak 62.918 (unit) di seluruh Indonesia,” kata Havidh dalam webinar Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bertajuk “Coffee Morning: Rencana Pengembangan SPKLU Tahun 2025-2030”, di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Havidh mengatakan upaya ini menyusul amanat Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU, agar stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik (EV) ini bisa lebih masif dan merata di Indonesia.

Mengenai tipe teknologi SPKLU untuk lima tahun mendatang, Havidh mengatakan mayoritas atau 55 persen di antaranya merupakan Medium Charger dengan total 30.796 unit.

Selanjutnya ada juga teknologi Fast Charger dan Ultra Fast Charger yang masing-masing berjumlah 19.538 unit (28 persen) dan 12.584 unit (17 persen).

Pada tahun 2025, Havidh mengatakan pembangunan infrastruktur SPKLU setidaknya mencapai 5.810 stasiun, dengan rasio EV berbasis baterai (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai/KBLBB) sebesar 98.764 unit.

Jumlah ini diharapkan terus menunjukkan peningkatan hingga tahun 2030 secara bertahap.

Pada tahun 2026, diharapkan ada peningkatan 9.633 stasiun (proyeksi KBLBB 1163.764 unit), lalu 2027 sebanyak 14.339 stasiun (243.764 unit KLBB).

Selanjutnya pada 2028 naik menjadi 26.251 SPKLU (243.764 KBLBB), 2029 menjadi 42.251 SPKLU (633.764 KBLBB), dan pada 2030 diproyeksikan ada 62.918 SPKLU (943.764 unit KBLBB).

Selain itu, Havidh mengatakan jumlah SPKLU juga mempertimbangkan distribusi lokasi di setiap provinsi.

Beberapa lokasinya antara lain di pusat perbelanjaan, perkantoran, industri, rest area tol, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), destinasi wisata, rumah sakit, stasiun kereta api, terminal, hotel, dan pelabuhan.

“Kita di sini berupaya untuk memberikan kenyamanan bahwa masyarakat ketika menggunakan (EV), tidak hanya menggunakan untuk (mobilitas di) sekitarnya, tapi juga mobilitas ke luar kota juga nyaman,” kata Havidh.

“Ini makin mempercepat peralihan penggunaan kendaraan listrik, dan harapannya kendaraan listrik ini menjadi kendaraan primer. Mudah-mudahan dengan infrastruktur ini, EV bisa menjadi kendaraan utama (bagi masyarakat),” ujar dia menambahkan. (ara/opi)

ESDM Agresif Bangun SPKLU

*Amanat Keputusan Menteri ESDM No. 24.K/2025
*Agar stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik diperbanyak

*Bangun 62.918 unit SPKLU hingga 2030
*Rinciannya:
1. 2025 sebanyak 5.810 stasiun
2. 2026 menjadi 9.633 stasiun
3. 2027 menjadi 14.339 stasiun
4. 2028 menjadi 26.251 stasiun
5. 2029 menjadi 42.251 stasiun
6. 2030 menjadi 62.918 stasiun

*Tipe teknologi SPKLU:
1. 55 persen tipe Medium Charger dengan total 30.796 unit
2. 28 persen tipe Fast Charger dengan total 19.538 unit
3. 17 persen tipe Ultra Fast Charger dengan total 12.584 unit

*Lokasi SPKLU:
1. Pusat perbelanjaan
2. Perkantoran
3. Industri
4. Rest area tol
5. SPBU
6. Destinasi wisata
7. Rumah sakit
8. Stasiun kereta api
9. Terminal
10. Hotel
11. Pelabuhan

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum #Kendaraan Bermotor listrik Berbasis Baterai #electronic vehicle #spklu #kementerian esdm #kendaraan listrik