RADAR SURABAYA BISNIS - Meskipun sebagian besar transportasi publik di Surabaya telah menerapkan tarif terintegrasi, bus diesel Buy The Service (BTS) Trans Semanggi Suroboyo (TSS) koridor 3L rute Purabaya-Kenjeran Park (Kenpark) masih belum terintegrasi.
Manajer operasional BTS Trans Semanggi Suroboyo Bambang Suprojo mengungkapkan kendala integrasi tarif disebabkan perbedaan naungan kebijakan antar operator transportasi.
Pihaknya sudah melakukan sejumlah komunikasi dengan berbagai pihak. Namun, proses tersebut masih butuh banyak tahapan yang dilalui untuk mencapai tahap integrasi tarif.
”Memang ada pembahasan, tapi belum dan masih proses realisasi,” ungkap Bambang, Minggu (16/2/2025).
Dia menjelaskan, sebagai operator dari DAMRI, BTS Trans Semanggi Suroboyo Koridor 3L berada langsung dibawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Berbeda dengan Suroboyo Bus, feeder dan Trans Jatim. Kata dia, masing-masing memiliki naungan kebijakan berbeda-beda.
Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan proses integrasi agar transportasi publik yang berkemajuan dapat tercapai penuh.
Soal tarif, hingga saat ini BTS Trans Semanggi Suroboyo berada di harga tiket Rp 6.200.
Tentu, jika pengguna transportasi hendak berpindah ke jalur lain, tentu akan melakukan pembayaran baru.
Terkait rencana BTS Trans Semanggi Suroboyo (TSS) koridor 3L rute Purabaya-Kenpark menurunkan harga tiket menjadi Rp 5 ribu.
Bambang mengungkapkan, pembahasan tarif, termasuk perubahan tarif berada pada kewenangan kementerian.
”Kalau itu kebijakan pusat, kami kan di bawah kementerian sebagai operasional teknis,” jelasnya. Meski begitu, pihaknya terus mengoptimalkan potensi dan sumberdaya untuk turut serta memajukan transportasi publik di Surabaya.
”Alhamdulillah, di 3L lancar, penumpang juga ramai, apalagi saat akhir pekan,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi sebelumnya menunjukkan okupansi bus listrik TSS cukup baik.
Pihak DAMRI mengku okupansi tingkat keterisian bangku bus baik.
Salah satu pengguna BTS Trans Semanggi Suroboyo rute Purabaya-Kenpark Indra Asmajaya mengaku mengetahui adanya integrasi tarif di beberapa transportasi publik.
Namun, dia menyayangkan lepas integrasi belum merambah ke Koridor 3L.
”Yang terbaru rute Kejawan Putih Tambak Unesa ya, saya tahu awal pekan ini,” ungkap Indra.
Indra baru turun dari bus 3L dari Purabaya di pemberhentian halte ITS. Dia mengaku hendak kembali ke kos dan bersiap menuju kampus.
”Dari sini saya naik ojol, karena nggak sampai kos, feeder juga belum ada feeder yang masuk sepertinya, ya semoga selanjutnya ada dan terintegrasi,” pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa