Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

TPS Support Ekspor Dua Locomotive Platform Inka ke Australia

Nofilawati Anisa • Minggu, 16 Februari 2025 | 21:27 WIB
TANPA PETIKEMAS: Proses ekspor dua locomotive platform produksi Inka ke Australia pada 12 Februari 2025.
TANPA PETIKEMAS: Proses ekspor dua locomotive platform produksi Inka ke Australia pada 12 Februari 2025.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dalam menjalankan perannya di mata rantai logistik sebagai gerbang kegiatan ekspor dan impor, ikut menangani pengiriman dua unit Locomotive Platform ke Australia.

Dua unit Locomotive Platform produksi Inka itu diekspor ke Australia pada 12 Februari 2025 lalu.

Locomotive Platform ini berupa underframe tanpa instalasi bogie dan coupler.

Yang merupakan bagian dari keseluruhan lokomotif bertipe Diesel Electric C44 ESACi oleh UGL Rail Service Pty Ltd.

Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS mengungkapkan TPS bangga dapat menjadi saksi dan turut andil dalam perjalanan produk anak bangsa yang mendunia.

“Pelabuhan memiliki peran yang tidak hanya sebagai tempat bongkar muat barang, namun juga sebagai gerbang pembuka produk-produk Indonesia untuk memasuki pangsa pasar global dan ekspor 2 unit locomotive platform ini menjadi bukti kepercayaan atas kehandalan produk anak bangsa. Tugas kami, TPS untuk ikut menjaga dan mengawal kepercayaan ini,” ungkap Erika.

Locomotive Platform ini tergolong dalam kategori muatan Uncontainerized (UC).

Yaitu muatan yang tidak menggunakan peti kemas dan dikategorikan sebagai Out Of Gauge (OOG) atau Over Dimension (OD).

Yang berarti memiliki dimensi yang besar dan tidak dapat dimuat dalam peti kemas standar.

Pengiriman jenis muatan seperti ini memerlukan penanganan khusus.

Mulai dari perencanaan pemuatan, peralatan hingga personil yang kompeten dalam penanganan uncontainerized cargo dipersiapkan secara cermat.

Proses pemuatan ini menggunakan alat bantu berupa satu unit Reach Stacker, dua unit Spreader Bar, empat unit Round Sling empat unit Lifting Gear satu set, delapan unit Shackle berukuran 12 ton dan 4 unit Shackle berukuran 8,5 ton.

Semuanya dioperasikan oleh staf yang kompeten, di bawah supervisi staf yang bersertifikat Rigger atau juru ikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“PT Inka mengucapkan terima kasih kepada PT Terminal Petikemas Surabaya yang telah berkontribusi dalam mendukung pengiriman batch pertama ini, hingga dapat berjalan tepat waktu dan lancar,” kata Nuur Aisyah, Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT Inka.

Ia menjelaskan, proyek ekspor Locomotive Platform ke Australia memiliki nilai strategis bagi PT Inka.

Ekspor ini juga menjadi showroom yang efektif untuk memasuki pasar Eropa untuk bersaing lebih luas di bidang manufaktur kereta api pasar global.

“PT Inka berkomitmen akan terus meningkatkan kualitasnya dengan quality control yang sesuai dengan yang telah disepakati,” Aisyah menambahkan.

“Bagi TPS setiap cargo yang ditangani merupakan bentuk amanah dan kepercayaan yang harus dijaga. Sebagai sesama keluarga besar BUMN dengan misi besarnya Hadir Untuk Negeri, proses ekspor dua unit locomotive platform ini, bukan semata kegiatan bisnis, namun juga menjadi gambaran kolaborasi TPS sebagai salah satu anak usaha Pelindo Terminal Petikemas dengan INKA yang saling melengkapi dan menguatkan terwujudnya misi BUMN,” pungkas Erika. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#terminal petikemas surabaya #ekspor #inka #australia #ekspor impor #tps #Locomotive Platform