RADAR SURABAYA BISNIS – Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mencatat lonjakan yang cukup signifikan selama libur Natal.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, 206.016 penumpang dan 51.744 kendaraan telah menyeberang dari Jawa menuju Bali selama periode 18 hingga 25 Desember 2024.
Lebih jauh ia menjelaskan, penjualan tiket di pelabuhan sudah tidak diberlakukan. Reservasi tiket dapat dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan atau minimal H-1.
“Kampanye ini juga bertujuan mengurangi praktik percaloan tiket yang sering terjadi di area pelabuhan,” sambungnya.
Shelvy menambahkan, ASDP mengimbau agar pengguna jasa datang sesuai jadwal keberangkatan untuk menghindari penumpukan. Terutama saat volume kendaraan meningkat tajam. “Supaya penyeberangan bisa dijalani dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
General Manager ASDP Ketapang Yani Andriyanto memberikan panduan bagi pengguna jasa mengenai waktu perjalanan.
Menurutnya, jam-jam padat biasanya berlangsung mulai pukul 18.00 hingga dini hari.
“Kami sarankan pengguna jasa memilih waktu perjalanan yang lebih longgar untuk kenyamanan. Selain itu, perhatikan kondisi cuaca ekstrem dan siapkan perlengkapan seperti jas hujan dan payung,” ujarnya.
Dalam kondisi cuaca yang sering berubah, Yani menyebut jika ASDP aktif berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan pelayaran.
Pengguna jasa juga diminta terus memantau informasi dari BMKG dan mematuhi arahan petugas pelabuhan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama musim libur yang sibuk ini,” ujarnya.
Dari Posko Ketapang, data pada 25 Desember 2024 menunjukkan realisasi total penumpang mencapai 29.201 orang.
Angka ini menurun 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan juga terlihat pada jumlah kendaraan, yakni 6.944 unit, dengan rincian 1.639 kendaraan roda dua (turun 22 persen) dan 3.059 kendaraan roda empat (turun 23 persen).
Secara keseluruhan, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali selama H-7 hingga Hari Natal mengalami penurunan 15 persen dibanding tahun lalu. Total kendaraan juga tercatat turun 11 persen. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa