Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perkuat Transportasi Umum Terintegrasi untuk Mobilitas Warga, Pemkot Surabaya Siapkan Strategi hingga 2029

Dimas Mahendra • Sabtu, 30 November 2024 | 01:06 WIB

 

BERHENTI: Suroboyo Bus menjadi salah satu transportasi publik di Surabaya yang memiliki banyak pelanggan.
BERHENTI: Suroboyo Bus menjadi salah satu transportasi publik di Surabaya yang memiliki banyak pelanggan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat layanan transportasi umum terintegrasi guna mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong penggunaan moda transportasi publik.

Langkah strategis Pemkot Surabaya ini juga bertujuan meningkatkan konektivitas di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa sistem transportasi publik di Surabaya kini menghubungkan rute trunk, feeder, serta moda transportasi lainnya seperti kereta api dan kapal.

“Kami berusaha memberikan layanan terbaik untuk mendukung mobilitas masyarakat Kota Surabaya,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (29/11).

Eri mengungkapkan bahwa hingga 6 November 2024, Pemkot Surabaya telah meluncurkan berbagai jenis transportasi umum.

Mulai dari 28 unit Suroboyo Bus yang melayani 1 rute, 102 unit Wira-wiri dengan 11 rute dan 17 unit Trans Semanggi dengan 1 rute. "Selain itu, ada pula 14 unit Trans Semanggi Bus Listrik yang melayani 1 rute,” jelas dia.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Pemkot telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 235,9 miliar untuk mendukung transportasi umum.

Rinciannya adalah Rp 68,2 miliar pada 2022, Rp 59,4 miliar pada 2023, dan Rp 108,3 miliar pada 2024.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap transportasi umum terus meningkat setiap tahunnya.

"Antusiasme masyarakat terhadap transportasi umum sangat baik, yang dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah penumpang, baik di rute trunk maupun feeder," ungkapnya.

Selain kenyamanan layanan, Surabaya juga menerapkan sistem pembayaran modern. Penumpang dapat menggunakan kartu uang elektronik dan QRIS.

Uniknya, pada Suroboyo Bus, pembayaran dapat dilakukan dengan sampah plastik. "Selain itu, khusus untuk Suroboyo Bus, masyarakat juga bisa membayar menggunakan sampah plastik," jelas Tundjung.

Pemkot Surabaya berkomitmen memperluas cakupan layanan transportasi umum secara bertahap hingga 2029.

Pada tahun 2025, Pemkot Surabaya berencana menambah 1 rute feeder. Lalu tahun 2026 rencana menambah 2 rute trunk dan 5 rute feeder. Kemudian tahun 2027, rencana menambah 2 rute trunk dan 5 rute feeder.

Selanjutnya di tahun 2028, pemerintah kota berencana menambah 1 rute trunk dan dan 5 rute feeder. Sementara di tahun 2029, rencana penambahan 1 rute trunk dan 4 rute feeder.

“Kami akan terus menambah rute secara bertahap untuk menjangkau wilayah yang lebih luas,” ujar Tundjung.

Selain menunjang mobilitas warga, transportasi umum Surabaya juga mendukung aksesibilitas ke sejumlah kawasan wisata.

Lokasi yang terjangkau antara lain Kota Lama, Kenjeran Park, Romokalisari Adventure Land, Wisata Mangrove Gunung Anyar, dan Tugu Pahlawan.

“Angkutan umum seperti Suroboyo Bus, Trans Semanggi, dan Wira-Wiri sudah mendukung konektivitas ke beberapa kawasan wisata,” pungkas Tundjung. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#suroboyo bus #Transportasi Publik di Surabaya #Trans Semanggi #transportasi publik #Wira Wiri