RADAR SURABAYA BISNIS – Proyek peninggian Jalan Mayjen Sungkono Surabaya yang memberikan kelancaran lalu lintas, ternyata menyisakan masalah pada fasilitas umum.
Salah satunya adalah halte bus di sisi selatan jalan yang kini berada lebih rendah dari permukaan jalan.
Hal ini tentu berdampak pada aksesibilitas bagi pengguna transportasi umum.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merencanakan renovasi halte tersebut untuk mengatasi ketimpangan ketinggian antara halte dan jalan.
"Rencananya, tahun depan atau tahun 2025, halte di Jalan Mayjen Sungkono akan direnovasi," kata Trio, Minggu (24/11).
Di sisi lain, Ketua Tim Pemeliharaan Prasarana Transportasi Dishub Surabaya Helmi menambahkan, untuk mengatasi masalah yang ada saat ini, Dishub berencana memasang tangga trap besi di sisi selatan halte.
Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses pengguna hingga renovasi penuh dilakukan.
"Tangga trap besi akan dipasang agar pengguna lebih mudah naik dan turun dari halte. Mohon waktu untuk pelaksanaannya," ujar Helmi.
Helmi menjelaskan bahwa halte sisi selatan tersebut sebenarnya baru saja selesai direhabilitasi pada Juli 2024.
Namun, proyek peninggian jalan yang dilakukan oleh DSDABM membuat posisi halte menjadi lebih rendah dari permukaan jalan baru.
"Selisih ketinggian antara jalan dan halte mencapai 50 sentimeter, sehingga menyulitkan pengguna saat naik atau turun dari bus," tambahnya.
Selain itu, ia menyebut bahwa tidak ada pengerjaan peninggian trotoar di sisi selatan jalan, berbeda dengan sisi utara yang sudah mengalami peninggian. Hal ini mengakibatkan tinggi bebas dalam halte kini hanya 1,9 meter, berkurang dari sebelumnya 2,5 meter.
"Kami juga berencana untuk meninggikan atap halte agar menyesuaikan jika ada peninggian trotoar di masa mendatang," jelas Helmi.
Dishub Surabaya memastikan bahwa perbaikan fasilitas umum, termasuk halte di Jalan Mayjen Sungkono, akan menjadi bagian dari agenda rehabilitasi tahun depan.
Perbaikan tersebut diharapkan dapat memulihkan kenyamanan dan aksesibilitas fasilitas umum yang terdampak proyek peninggian jalan.
"Kami akan memasukkan perbaikan halte ini ke dalam rencana rehabilitasi 2025, sehingga masalah ini dapat teratasi secara menyeluruh," pungkas Helmi. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa