Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, Kereta Api di Wilayah Daop 8 Surabaya Gunakan BBM Bersubsidi sebanyak 42.025.769 Liter

Rahmat Sudrajat • Selasa, 5 November 2024 | 17:49 WIB
PENGISIAN BBM: Petugas tengah melakukan pengisian BBM pada kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya.
PENGISIAN BBM: Petugas tengah melakukan pengisian BBM pada kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya.

SURABAYA - Dari bulan Januari – Oktober 2024, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya telah menggunakan BBM bersubsidi sebanyak 42.025.769 liter.

Jumlah tersebut 80 persen dari total kuota yang diberikan untuk Daop 8 Surabaya sebesar 52.778.000 liter.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, penggunaan BBM bersubsidi pada kereta dari pemerintah atau PSO seperti KA Probowangi, KA Airlangga dan sebagainya.

Sedangkan untuk nonsubsidi digunakan pada KA Sembrani, KA Bima, KA Gajayana, dan KA angkutan barang.

"Untuk penggunaan BBM bersubsidi pada KA Airlangga dengan relasi Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen pada bulan Oktober 2024 sebanyak 88.020 liter yang melayani 26.445 penumpang," kata Luqman, Selasa (5/11).

Lebih lanjut Luqman menjelaskan dari data tersebut, artinya masing-masing penumpang menggunakan BBM subsidi kurang lebih 3,3 liter dalam satu bulan.

"Dibandingkan dengan kendaraan jalan raya lainnya, transportasi kereta api jelas lebih menguntungkan, karena 1 rangkaian KA Airlangga memiliki 8 kereta ekonomi dengan kapasitas 848 tempat duduk, dan menempuh jarak 719 kilometer," ujarnya.

Sedangkan untuk dalam proses bisnisnya menggunakan bahan bakar jenis b35 atau campuran solar 65 persen dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 35 persen, yang terbagi dalam dua skema, yakni bersubsidi dan nonsubsidi.

"BBM bersubsidi digunakan pada KA pelanggan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah atau PSO, dan non subsidi digunakan KA pelanggan maupun barang," terangnya.

Luqman memastikan pengisian BBM pada sarana milik KAI di Daop 8 Surabaya telah sesuai dengan aturan yang ada.

Karena KAI berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaannya, mulai dari pengiriman, pengisian, serta penyimpanan sesuai dengan aturan.

Pemakaian BBM subsidi pada kereta api menurut Luqman diatur dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi RI Nomor 53/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2024 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi Nomor 94/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023 tentang Penetapan Kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) Untuk Sarana Transportasi Darat Berupa Kereta Api Umum Penumpang Dan Barang Tahun 2024.

"Kami mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dengan mengoptimalkan layanan transportasi kereta api yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tuturnya.

Ia menambahkan, perjalanan dengan menggunakan transportasi kereta api begitu besar manfaatnya.

Selain menghemat penggunaan BBM, juga mengurangi emisi karbon serta mengurangi potensi kecelakaan di jalan raya.

"Transportasi kereta api dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#alat transportasi #bbm subsidi untuk kereta api #penggunaan bbm subsidi #kereta api #Daop 8 Surabaya