Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Naik Hampir 1 Juta Ton, Selama Sembilan Bulan KAI Sudah Angkut 4,3 Juta Ton Peti Kemas

Nofilawati Anisa • Kamis, 17 Oktober 2024 | 19:31 WIB
ANDALAN: Kereta api masih menjadi andalan perusahaan-perusahaan di Jakarta Utara, Bekasi, Karawang, Cilegon, Gresik, Sei Mangkei, Kuala Tanjung, Belawan, dan Semarang.
ANDALAN: Kereta api masih menjadi andalan perusahaan-perusahaan di Jakarta Utara, Bekasi, Karawang, Cilegon, Gresik, Sei Mangkei, Kuala Tanjung, Belawan, dan Semarang.

SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan dalam angkutan kereta api barang berupa peti kemas di kuartal III/2024.

Selama periode Januari hingga September 2024, KAI berhasil mengangkut sebanyak 4.333.970 ton peti kemas.

Vice President Public Relation KAI Anne Purba mengatakan, capaian selama sembilan bulan pertama di kinerja tahun 2024 ini mengalami kenaikan sebesar 28,48 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023.

Ada kenaikan angkutan peti kemas hampir 1 juta ton atau tepatnya 960.836 ton.

Pada Januari hingga September 2023, total jumlah angkutan barang atau peti kemas KAI mencapai 3.373.134 ton.

“Capaian angkutan peti kemas dengan kereta api menunjukkan tren positif. Hingga kuartal III/2024, KAI berhasil mengangkut 4.333.970 ton, hampir menyamai total angkutan selama satu tahun penuh di 2023 yang tercatat sebesar 4.641.876 ton,” ungkap Anne dalam keterangan resminya, Kamis (17/10).

Anne menambahkan, angkutan peti kemas dengan kereta api tersebar di berbagai wilayah, termasuk Daop 1 Jakarta, Daop 4 Semarang, Daop 8 Surabaya, dan Divre I Medan.

“Perusahaan-perusahaan industri di Jakarta Utara, Bekasi, Karawang, Cilegon, Gresik, Sei Mangkei, Kuala Tanjung, Belawan, dan Semarang masih mengandalkan kereta api untuk pengangkutan peti kemas,” tambah Anne.

Penggunaan kereta api sebagai moda transportasi logistik merupakan solusi untuk mengatasi masalah kelebihan muatan truk yang menjadi permasalahan utama dalam industri transportasi logistik Indonesia.

“Pengangkutan barang menggunakan kereta api lebih aman dan berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan, seperti polusi udara dari banyaknya kendaraan. Kereta api juga membantu mengatasi masalah kemacetan dan kerusakan jalan akibat beban muatan kapasitas truk yang berlebih,” pungkas Anne. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kuartal III 2024 #kereta api barang #kereta api indonesia #logistik #angkutan peti kemas #anne purba